Sedikitnya 11 orang tewas akibat serangan udara Israel ke Gaza. Serangan terbaru Israel itu terjadi pada hari Kamis (4/6) waktu setempat.
Dilansir detikNews dari kantor berita AFP, Jumat (5/6/2026), juru bicara badan pertahanan sipil di Gaza, Mahmoud Bassal, mengatakan bahwa serangan Israel terhadap apartemen-apartemen di barat laut dan barat daya Gaza City mengakibatkan 9 orang tewas.
Sementara, dua orang lainnya tewas dalam serangan drone yang menargetkan polisi di barat daya dan pusat kota tersebut. Bassal menambahkan selain korban tewas, ada 15 orang yang terluka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekerasan harian tetap mengguncang Jalur Gaza meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober tahun lalu. Lebih dari setengahnya berada di bawah kendali militer Israel, yang disebut melanggar ketentuan gencatan senjata.
Menurut kementerian kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata dimulai serangan yang dilakukan Israel telah menewaskan sedikitnya 936 orang. Hamas maupun Israel saling menuduh melanggar gencatan senjata.
Fase pertama gencatan senjata yakni pembebasan sandera Israel terakhir yang ditahan oleh Hamas, sebagai imbalan atas pembebasan warga Palestina yang ditahan oleh Israel.
Transisi ke fase kedua gencatan senjata, yang seharusnya melibatkan pelucutan senjata Hamas dan penarikan bertahap militer Israel, telah terhenti selama berbulan-bulan.
Pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia telah memerintahkan militer untuk mengambil alih 70 persen wilayah Jalur Gaza.
Kepala sayap bersenjata Hamas di Gaza yang terbaru, Mohammed Odeh, tewas dalam serangan Israel pekan lalu. Peristiwa itu terjadi sebulan setelah pendahulunya juga tewas.
Baca selengkapnya di sini
(mjy/mjy)
