Taman Teladan kembali dibuka untuk masyarakat setelah menjalani proses revitalisasi. Kehadiran wajah baru taman yang berada di kawasan Teladan, Kota Medan, itu langsung menarik perhatian warga yang memanfaatkan area tersebut untuk berolahraga, bersantai, hingga berkumpul bersama keluarga dan teman.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas masyarakat mulai kembali hidup di lokasi itu. Sejumlah warga terlihat berjalan santai, jogging, berfoto, hingga menikmati suasana sore di area taman yang telah ditata ulang dengan fasilitas yang lebih tertata dibanding sebelumnya.
Kembalinya fungsi Taman Teladan sebagai ruang publik disambut positif oleh masyarakat. Warga menilai keberadaan taman tersebut menjadi alternatif tempat rekreasi dan aktivitas fisik di tengah padatnya aktivitas perkotaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya senang taman ini sudah bisa digunakan lagi. Sekarang jadi ada pilihan tempat untuk olahraga dan santai tanpa harus jauh-jauh," ujar Jennis, salah seorang pengunjung Taman Teladan, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, dibukanya kembali taman tersebut memberikan pilihan ruang terbuka yang nyaman bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga maupun teman.
Pendapat serupa juga disampaikan Vesfer, salah seorang pengunjung yang datang menikmati suasana taman.
"Menurut saya, Taman Teladan sekarang sudah bagus. Tampilannya lebih cantik dan jauh lebih baik dibanding sebelumnya," ujarnya.
Ia menilai perubahan yang dilakukan membuat kawasan tersebut menjadi lebih menarik dan nyaman bagi pengunjung.
"Sekarang jadi tempat yang nyaman untuk hangout maupun berolahraga," tambahnya.
Selain menjadi sarana rekreasi, keberadaan ruang terbuka hijau seperti Taman Teladan juga dinilai penting sebagai tempat interaksi sosial masyarakat. Dengan lokasi yang strategis di pusat kota, taman tersebut berpotensi kembali menjadi salah satu titik kumpul favorit warga Medan.
Dibukanya kembali Taman Teladan diharapkan tidak hanya menghidupkan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas publik secara bersama-sama.
Artikel ini ditulis A. Fahri Perdana Lubis, peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom
(nkm/nkm)











































