Sumatera Utara mengalami inflasi 0,89% per Mei 2026. Angka ini jauh melampaui inflasi nasional secara month to month.
"Inflasi di Sumatera Utara secara Month to Month tercatat 0,89 pada Mei 2026. Secara kelompok pengeluaran pada makanan, minuman dan tembakau itu terjadi inflasi 1,87% dengan andil 0,67%," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik Sumut Asim Saputra, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan data BPS Sumut, angka inflasi di Sumut melampaui inflasi Nasional yang tercatat 0,28% secara bulanan. Namun, angka inflasi Sumut secara tahun kalender masih di bawah Nasional sebesar 0,67% sementara Nasional sebesar 1,35%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Asim menyebutkan bahwa inflasi cukup tinggi juga terjadi pada kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 1,74%.
Asim membeberkan ada 5 komoditas yang menyumbang inflasi tertinggi di Sumut pada Mei 2026, yakni ada tomat sebesar 0,34%, cabai merah 0,31%, bawang merah 0,09%, cabai rawit 0,08%, dan laptop/notebook sebesar 0,04%.
"Tingkat inflasi secara Month to Month di Kabupaten Labuhanbatu misalnya inflasi tercatat 60,76% untuk komoditas tomat. Karo sebagai daerah sentra produksi tomat terjadi inflasi 82,06%," ujarnya.
Sementara itu, komoditas yang menahan lajunya inflasi ada daging ayam ras yang deflasi 0,16%, udang basah deflasi 0,05%, angkutan udara 0,04%, ikan gembung 0,04%, dan emas 0,03%.
Di samping itu, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Deli Serdang sebesar 1,52%, disusul Pematang Siantar sebesar 1,29% maupun Karo sebesar 1,27%.
(astj/astj)











































