10 Negara Pemilik Cadangan Emas Terbesar Dunia, Siapa di Posisi Teratas?

10 Negara Pemilik Cadangan Emas Terbesar Dunia, Siapa di Posisi Teratas?

Dwi Puspa Handayani Berutu - detikSumut
Jumat, 29 Mei 2026 06:30 WIB
Ilustrasi emas
Ilustrasi emas (Foto: Getty Images/brightstars)
Medan -

Di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak menentu, fluktuasi inflasi, serta konflik geopolitik, terdapat satu jenis aset yang tetap berkilau dari jaman kerajaan hingga era digital saat ini, yakni emas.

Untuk sebuah bangsa, emas bukan hanya sekedar barang perhiasan, melainkan merupakan pilar dari kekuatan finansial. Berbagai bank sentral di berbagai belahan dunia berkompetisi untuk mengumpulkan emas sebagai tempat berlindung yang aman ketika nilai mata uang kertas mereka sedang tidak stabil.

Jadi, negara mana yang memiliki simpanan emas terbanyak di dunia saat ini? Apakah negara sekuat Tiongkok, atau mungkin ada negara lain yang posisinya lebih solid? Mari kita lihat daftar sepuluh negara dengan cadangan emas terbesar di dunia berdasarkan data terkini dari World Gold Council (WGC) dan Trading Economics.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar Lengkap Negara Pemilik Cadangan Emas Terbesar


1. Amerika Serikat

Tempat teratas masih dipegang oleh Amerika Serikat dengan sangat kuat. Memiliki simpanan lebih dari 8.133 ton, jumlah emas yang dimiliki AS ini hampir setara dengan total cadangan emas Jerman, Italia, dan Prancis. Sebagian besar emas batangan negara ini disimpan dengan pengawasan yang sangat ketat di lokasi terkenal bernama Fort Knox, Kentucky.

2. Jerman

Jerman menduduki posisi kedua dengan lebih dari 3.350 ton emas. Menariknya, beberapa tahun lalu, Bank Sentral Jerman (Bundesbank) melaksanakan proyek skala besar untuk mengembalikan (repatriasi) ratusan ton emas yang sebelumnya disimpan di New York dan Paris, agar dapat dikelola langsung di Frankfurt demi meningkatkan keamanan dalam negeri.

ADVERTISEMENT

3. Italia

Italia memiliki cadangan emas sebesar 2.451 ton, menempatkannya di posisi ketiga. Menariknya, stok emas besar tersebut adalah hasil dari keajaiban ekonomi pasca-Perang Dunia II, khususnya di dekade 1950-an dan 1960-an. Pemerintah Italia dikenal sangat hati-hati dan jarang sekali melakukan penjualan simpanan emas ini untuk menjaga kepercayaan investor global.

4. Prancis

Prancis, serupa dengan negara tetangganya, memiliki sekitar 2.437 ton emas yang dikelola oleh Banque de France di ibukota Paris. Negara ini sangat percaya bahwa memiliki aset fisik (bukan sekadar mata uang asing) adalah cara terbaik untuk mempertahankan ekonomi dalam jangka waktu panjang.

5. Rusia

Rusia menyimpan sekitar 2.332 ton emas. Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia telah mengintensifkan pembelian emas dari hasil tambang domestik mereka sendiri. Kenapa? Ini merupakan langkah politik dan ekonomi yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap Dolar AS (dedollarization), terutama sebagai respons terhadap sanksi ekonomi dari negara-negara Barat.

6. Tiongkok (China)

Saat ini, Tiongkok menyimpan sekitar 2.306,5 ton emas. Meskipun angka ini terbilang mengesankan, emas sebenarnya hanya berkontribusi sekitar 9,6% dari total cadangan devisa Tiongkok yang sangat besar, sebagian besar berupa obligasi dan mata uang asing.

Bank Sentral Tiongkok (PBOC) dikenal sebagai salah satu pembeli emas paling aktif dalam sepuluh tahun terakhir. Bersama dengan Rusia, Tiongkok menggawangi gerakan de-dollarization dengan mengubah cadangan devisa mereka menjadi emas fisik untuk memperkuat posisi ekonomi mereka di kancah global.

7. Swiss

Swiss memiliki simpanan emas dengan total 1.039,9 ton. Negara kecil seperti Swiss dapat berada di peringkat ketujuh berkat reputasinya sebagai pusat keuangan global yang netral dan terkenal.

Selama periode Perang Dunia II, Swiss berperan sebagai jalur utama untuk perdagangan emas di Eropa. Yang menarik, cadangan emas per kapita di Swiss (jumlah emas dibagi jumlah populasi) adalah salah satu yang tertinggi secara global. Bagi Swiss, emas melambangkan kepercayaan penuh terhadap sistem perbankan yang ada.

8. India

Bank Sentral India (RBI) mengelola sekitar 880,3 ton emas. Angka ini semakin meningkat, karena India aktif membeli banyak ton emas setiap tahunnya. Di India, emas lebih dari sekadar alat bagi bank sentral, ia merupakan bagian dari tradisi, pernikahan, dan perayaan keagamaan.

Diperkirakan, jika menggabungkan cadangan emas milik negara dengan emas yang dimiliki oleh rumah tangga India (perhiasan dan investasi pribadi), totalnya dapat mencapai 25.000 ton, menjadikannya konsentrasi terbesar emas di tangan masyarakat secara global

9. Jepang

Jepang menempati peringkat kesembilan dengan total cadangan emas sebesar 846,0 ton. Sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di Asia, Jepang menyimpan emasnya sebagai pertahanan terakhir. Proporsi emas dalam cadangan devisa Jepang tergolong kecil (kurang dari 10%), karena mereka lebih banyak memiliki Dolar AS.

Meskipun demikian, Bank of Japan (BOJ) terus mempertahankan ratusan ton emas untuk memberikan jaminan kepada pasar keuangan internasional bahwa mata uang Yen mereka didukung oleh aset yang kuat apabila terjadi krisis moneter yang parah.

10. Turki & Belanda

Posisi kesepuluh sering kali berpindah antara Turki dan Belanda, masing-masing menguasai antara 612 hingga 614 ton emas.

Dalam beberapa tahun terakhir, Turki menunjukkan peningkatan agresif dalam pembelian emas. Seiring dengan lonjakan inflasi mata uang Lira, baik pemerintah mau pun masyarakat Turki berubah untuk mengandalkan emas sebagai sarana perlindungan kekayaan.

Sementara itu, Belanda bertolak belakang dengan Turki; Bank Sentral Belanda (De Nederlandsche Bank) menyimpan emasnya sejak era standar emas yang lampau. Negara ini melihat emas sebagai landasan kepercayaan yang mampu menjaga stabilitas sistem keuangan di saat terburuk bagi mata uang Euro.

Bagaimana dengan Posisi Indonesia?

Saat mendengar angka ribuan ton tersebut, mungkin Anda bertanya "Mengapa Indonesia, dengan tambang emas besar seperti Grasberg di Papua, tidak masuk dalam 10 besar? "

Ada perbedaan signifikan antara negara penghasil emas dan negara yang memiliki cadangan emas. Indonesia termasuk salah satu penghasil emas mentah terbesar di dunia. Namun, dalam hal simpanan emas di bank sentral (Bank Indonesia), posisi kita berada di peringkat 41 dunia dengan cadangan sekitar 85,5 hingga 87 ton.

Walaupun belum berada di 10 besar dunia, angka ini menunjukkan bahwa Indonesia terus berupaya menguatkan struktur cadangan devisa dengan aset yang aman agar nilai tukar Rupiah tetap stabil di tengah gempuran ekonomi global.

Emas tetap menjadi lambang kekuatan ekonomi yang sejati. Negara-negara berkemajuan seperti Amerika Serikat dan rekan-rekan Eropanya menguasai posisi teratas akibat sejarah panjang sistem keuangan mereka. Sementara itu, negara besar di Asia seperti Tiongkok, Rusia, dan India terus mengintimidasi posisi tersebut dengan giat membeli puluhan ton emas tambahan setiap tahun.

Artikel ini dituis oleh peserta magangHub Kemanker, Dwi Puspa Handayani Berutu di detik.com.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads