Polisi Tertibkan Anak Jalanan yang Viral Ngelem di Jembatan Ampera

Regional

Polisi Tertibkan Anak Jalanan yang Viral Ngelem di Jembatan Ampera

Tim detikNews - detikSumut
Jumat, 29 Mei 2026 15:14 WIB
Tangkap layar video dua bocah mengisap lem di Jembatan Ampera
Dua bocah biral ngelem di Jembatan Ampera Palembang (Foto: Dok. Istimewa/Tangkap Layar)
Palembang -

Kepolisian menertibkan sejumlah anak jalanan yang viral menghirup lem atau ngelem di kawasan Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolrestabes Palembang Kombes Sonny Mahar Budi Adityawan menegaskan bahwa penanganan terhadap anak-anak tersebut lebih mengedepankan pendekatan pembinaan dan perlindungan dibandingkan penegakan hukum semata.

"Kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Palembang dan pihak keluarga agar proses penanganan berjalan sesuai prosedur perlindungan anak. Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan generasi muda terlindungi dari pengaruh negatif lingkungan dan zat adiktif," kata Sonny dilansir detikNews, Kamis (28/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penertiban itu bermula setelah beredarnya video di media sosial Instagram melalui akun 'Abang Taun'. Dalam video tersebut terlihat sejumlah remaja berada di bagian atas Jembatan Ampera sambil diduga menghirup lem perekat merek Aibon.

Unggahan tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat karena dinilai membahayakan keselamatan anak-anak tersebut. Selain itu aksi mereka juga dianggap mengganggu ketertiban di salah satu ikon wisata Kota Palembang.

ADVERTISEMENT

Menindaklanjuti laporan yang viral tersebut, personel Polsek Ilir Timur I Polrestabes Palembang melakukan patroli dan penyisiran di sekitar Pasar 16 Ilir serta area bawah Jembatan Ampera pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 17.22 WIB.

Dari kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah anak yang masih berusia di bawah umur. Mereka kemudian menjalani pendataan, pemeriksaan awal, serta mendapatkan pembinaan dengan pendekatan persuasif.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Nandang Mu'min Wijaya menekankan pentingnya kerja sama antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, keluarga, dan masyarakat dalam melindungi anak-anak dari berbagai pengaruh negatif lingkungan.

"Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat dan perlindungan generasi muda. Setiap laporan masyarakat akan kami respons secara cepat, tepat, dan humanis," ujarnya.

"Anak-anak ini harus diselamatkan melalui pembinaan bersama agar tidak terjerumus lebih jauh," sambungnya.

Polda Sumsel menegaskan akan terus merespons laporan masyarakat terkait persoalan sosial yang melibatkan anak-anak dengan pendekatan yang mengutamakan perlindungan dan pembinaan demi masa depan mereka.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads