Trump Ancam Serang Oman, Kenapa?

Trump Ancam Serang Oman, Kenapa?

Tim detikNews - detikSumut
Kamis, 28 Mei 2026 19:28 WIB
US President Donald Trump delivers a speech about the economy at Rockland Community College Fieldhouse in Suffern, New York, on May 22, 2026. Trump is the first sitting president to visit the northern New York City suburbs since Gerald Ford in 1976. (Photo by Brendan SMIALOWSKI / AFP)
Donald Trumpt (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Medan -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman penggunaan kekuatan militer terhadap Oman apabila negara itu bekerja sama dengan Iran untuk memperkuat penguasaan di Selat Hormuz. Trump bahkan menyebut Oman bisa dibombardir layaknya layaknya negara lain.

Dilansir detikNews dari Al Jazeera, Kamis (28/5/2026), pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan dalam rapat kabinet pada Rabu (27/5) waktu setempat. Seorang reporter mulanya meminta tanggapan Trump terkait wacana Oman dan Iran mengawasi aktivitas perdagangan di Selat Hormuz, jalur yang menangani lebih dari 20 persen distribusi minyak global.

"Apakah Anda akan menerima kesepakatan jangka pendek yang memungkinkan Iran dan Oman untuk mengendalikan selat tersebut?" tanya reporter itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi pertanyaan tersebut, Trump memberikan jawaban bernada ancaman. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak yang menguasai Selat Hormuz dan memperingatkan Oman.

"Tidak ada yang akan mengendalikannya. Itu perairan internasional, dan Oman akan berperilaku seperti negara lain, atau kita harus membombardir mereka," ujar Trump.

ADVERTISEMENT

Sempat muncul dugaan bahwa Trump keliru menyebut "Oman" dan sebenarnya bermaksud mengatakan "Iran". Namun, Departemen Luar Negeri AS kemudian mengunggah komentar itu di media sosial lengkap dengan transkrip yang tetap menyebut negara Arab tersebut.

Oman sendiri selama ini dikenal sebagai negara netral dan belum pernah menyatakan niat untuk bergabung dengan Iran dalam pengelolaan Selat Hormuz. Hubungan Oman dan AS juga tergolong erat dan telah berlangsung lebih dari dua abad.

Kedua negara memiliki sejumlah kerja sama, mulai dari bidang keamanan, perdagangan bebas, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi.



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads