ESDM Beberkan Penyebab Pemadaman Listrik di Sumatera

ESDM Beberkan Penyebab Pemadaman Listrik di Sumatera

Andi Hidayat - detikSumut
Senin, 25 Mei 2026 23:20 WIB
ESDM Beberkan Penyebab Pemadaman Listrik di Sumatera
Foto: Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung. (Ilyas Fadilah/detikcom)
Jakarta -

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengatakan, gangguan listrik yang tterjadi di wilayah Sumatera karena persoalan pada jaringan transmisi listrik. Kini ia memastikan pasokan listrik di wilayah tersebut sudah kembali normal.

Dilansir detikFinance, ia menjelaskan, akibat tersambar petir membuat salah satu jaringan transmisi di Merangin mengalami kendala. Sehingga stabilitas sistem kelistrikan di wilayah tersebut terganggu.

"Itu kan ada kesambar petir di Merangin. Dengan ada kesambar petir tersebut, itu kan berdampak terhadap kestabilan sistem. Jadi, kalau kita lihat dari kejadiannya sendiri, ini secara teknis itu kan untuk daya yang ada di Sumatera bagian Utara, ini kan relatif itu lebih banyak juga dialirkan dari Selatan. Pada saat itu ada kejadian, sehingga seluruh sistem itu terjadi blackout," ungkap Yuliot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, bahwa PLN terus berupaya melakukan pemulihan sistem kelistrikan secara berkala mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), geothermal, hingga gas. Yuliot mengakui untuk pengaktifan kembali sistem tersebut membutuhkan waktu.

ADVERTISEMENT

"Secara teknis, PLTU memerlukan waktu sekitar 12 jam. Dan itu kita lakukan, kami dari Kementerian ESDM menurunkan tim ke lapangan untuk ngecek. Itu alhamdulillah dalam jangka waktu, ya ini sesuai dengan apa yang kita koordinasikan dengan PLN itu bisa full 100%," jelasnya.

Yuliot menambahkan, Kementerian ESDM meminta PT PLN (Persero) untuk memperbaiki sistem dan melakukan pemasangan arde di wilayah-wilayah yang rawan mengalami gangguan. PLN juga diminta untuk memastikan adanya keseimbangan suplai pembangkit listrik di setiap daerah.

"Itu jangan terlalu banyak, jadi daerah-daerah mengalirkan listriknya dari daerah yang cukup jauh, ya seperti dari Selatan ke Utara. Jadi, justru memerlukan waktu yang cukup lama untuk pemulihan. Jadi, untuk ke depan, itu ya kita evaluasi untuk segala perbaikan yang dilakukan. Sudah 100% (pulih)," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di detikFinance, baca selengkapnya di sini




(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads