Pasokan Listrik ke 1,8 Juta Pelanggan di Aceh Kembali Normal

Aceh

Pasokan Listrik ke 1,8 Juta Pelanggan di Aceh Kembali Normal

Agus Setyadi - detikSumut
Senin, 25 Mei 2026 12:00 WIB
Pasokan Listrik ke 1,8 Juta Pelanggan di Aceh Kembali Normal
Foto: Petugas memperbaiki jaringan listrik. (dok. PLN Aceh)
Banda Aceh -

Pasokan listrik di Aceh kembali normal setelah padam total akibat terjadi gangguan di Jambi. 172 penyulang terdampak seluruhnya telah menyala.

"Berdasarkan data pemulihan sistem kelistrikan, sebanyak 1.872.882 pelanggan yang sebelumnya terdampak juga telah kembali menikmati pasokan listrik," kata General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, pasokan listrik pulih total pada Minggu (24/5) sekitar pukul 20.01 WIB. Dalam proses penormalan sistem kelistrikan, PLN disebut mengedepankan aspek keselamatan, kehati-hatian, dan keandalan sistem.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemulihan dilakukan secara bertahap untuk memastikan jaringan kembali beroperasi dengan aman dan stabil, serta mencegah terjadinya gangguan lanjutan.

"Alhamdulillah, seluruh sistem kelistrikan di wilayah Aceh telah berhasil dipulihkan. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah, TNI/Polri, serta doa dan pengertian dari seluruh masyarakat selama proses pemulihan berlangsung," jelas Eddi.

ADVERTISEMENT

PLN menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi akibat gangguan kelistrikan tersebut. Eddi menjelaskan, PLN memahami listrik merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, baik untuk aktivitas rumah tangga, layanan publik, fasilitas kesehatan, pendidikan, kegiatan usaha, maupun sektor produktif lainnya.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Kami juga mengapresiasi kesabaran masyarakat yang tetap mendukung dan memberikan kepercayaan kepada PLN selama proses pemulihan. Dukungan tersebut menjadi semangat bagi petugas kami untuk bekerja maksimal hingga pasokan listrik kembali normal," ujar Eddi.

Setelah pemulihan berhasil dilakukan, PLN tetap menyiagakan petugas untuk melakukan pemantauan sistem kelistrikan secara menyeluruh. Langkah itu disebut dilakukan untuk memastikan pasokan listrik kepada pelanggan tetap andal dan layanan kelistrikan berjalan optimal.

Sebelumnya, listrik padam total di seluruh Aceh sekira pukul 18.44 WIB, Jumat (22/5). Pemadaman terjadi saat warga hendak melaksanakan ibadah salat Magrib. Listrik sempat berkedip-kedip sebelum akhirnya mati total.

Sejumlah daerah listrik baru menyela sekira pukul 20.00 WIB, Sabtu (23/5) atau setelah lebih 24 jam padam. Ada juga daerah yang mengalami pemadaman sekitar 3 jam.

PLN sempat melakukan pemadaman bergilir sebelum listrik dipastikan normal. Selama gangguan terjadi, hanya dua daerah di Aceh disebut tidak berdampak.

"Untuk sistem kelistrikan di Pulau Sabang dan Kepulauan Simeulue dipastikan dalam kondisi normal dan tidak terimbas oleh dampak pemadaman," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra.

Listrik di Aceh padam disebabkan gangguan jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi.




(agse/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads