Bagi Anda yang sering melakukan perjalanan ke luar negeri atau sedang merencanakan liburan antar negara, ada informasi penting yang perlu Anda ketahui. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan regulasi terbaru mengenai status bandara di dalam negeri. Kebijakan ini dicantumkan secara resmi dalam Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 37 Tahun 2025 terkait Penetapan Bandar Udara Internasional.
Langkah ini diambil oleh pemerintah untuk memusatkan jalur kedatangan wisatawan mancanegara di lokasi-lokasi strategis. Dengan adanya restrukturisasi dan pengurangan ini, diharapkan pengawasan keamanan serta layanan penerbangan internasional di Indonesia akan meningkat secara signifikan.
Jadi, bandara mana saja yang telah mendapatkan status internasional? Mari kita lihat daftar bandara internasional di Indonesia yang paling lengkap berikut ini!
Daftar Resmi 36 Bandara Internasional di Indonesia
Berdasarkan keputusan terbaru tersebut, berikut adalah daftar lengkap 36 bandar udara yang memiliki status sebagai bandara internasional di seluruh wilayah Indonesia:
- Bandar Udara Sultan Iskandar Muda – Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh
- Bandar Udara Kualanamu – Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara
- Bandar Udara Minangkabau – Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat
- Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II – Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
- Bandar Udara Hang Nadim – Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau
- Bandar Udara Soekarno Hatta – Kota Tangerang, Provinsi Banten
- Bandar Udara Halim Perdanakusuma – Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta
- Bandar Udara Kertajati – Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat
- Bandar Udara Kulon Progo – Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta
- Bandar Udara Juanda – Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur
- Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai – Kabupaten Badung, Provinsi Bali
- Bandar Udara Zainuddin Abdul Madjid – Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat
- Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman – Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur
- Bandar Udara Sultan Hasanuddin – Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan
- Bandar Udara Sam Ratulangi – Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara
- Bandar Udara Sentani – Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua
- Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Bandar Udara S.M. Badaruddin II – Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
- Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin – Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung
- Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani – Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah
- Bandar Udara Syamsudin Noor – Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan
- Bandar Udara Supadio – Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat
- Bandar Udara Raja Sisingamangaraja XII – Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara
- Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah – Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau
- Bandar Udara Radin Inten II – Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung
- Bandar Udara Adi Soemarmo – Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah
- Bandar Udara Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur
- Bandar Udara Juwata – Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara
- Bandar Udara El Tari – Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Bandar Udara Pattimura – Kota Ambon, Provinsi Maluku
- Bandar Udara Frans Kaisiepo – Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua
- Bandar Udara Mopah – Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan
- Bandar Udara Kediri – Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur
- Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri – Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
- Bandar Udara Domine Eduard Osok – Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya
- Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto – Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Apa Perbedaan Bandara Internasional dan Bandara Domestik?
Mungkin banyak di antara kita yang ingin tahu, apa yang sebenarnya membuat bandara internasional berbeda dari bandara domestik biasa?
Perbedaan utama terletak pada ketersediaan fasilitas CIQ (Customs, Immigration, and Quarantine). Sebuah bandara yang memiliki status internasional wajib memiliki bagian Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina yang beroperasi secara rutin.
Fasilitas ini sangat penting untuk memeriksa dokumen perjalanan paspor, barang bawaan penumpang dari luar negeri, serta untuk mencegah masuknya penyakit atau zat berbahaya ke dalam negara kita. Jika sebuah bandara tidak memiliki layanan CIQ yang aktif penuh, maka penerbangan komersial internasional jarak jauh tidak dapat dijadwalkan di tempat tersebut.
Penetapan daftar bandara internasional di Indonesia melalui KM 37 Tahun 2025 ini adalah langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan fokus dalam pelayanan penerbangan. Bagi Anda yang tinggal di sekitar 36 bandara tersebut, tentu saja akses untuk langsung terbang ke luar negeri menjadi jauh lebih mudah dan terintegrasi.
Artikel ini ditulis oleh peserta magang Kemnaker, Dwi Puspa Handayani Berutu di detik.com
Simak Video "Video: Kemenhub Panggil Green SM Buntut Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo"
(afb/afb)