Cakupan Masih Rendah, Walkot Illiza Minta Anak ASN Diimunisasi

Aceh

Cakupan Masih Rendah, Walkot Illiza Minta Anak ASN Diimunisasi

Agus Setyadi - detikSumut
Jumat, 22 Mei 2026 18:58 WIB
Cakupan Masih Rendah, Walkot Illiza Minta Anak ASN Diimunisasi
Foto: Wali Kota Illiza Sa'aduddin Djamal memberikan sertifikat imunisasi ke seorang anak di Puskesmas Batoh (Agus Setyadi/detikSumut)
Banda Aceh -

Cakupan imunisasi anak di Banda Aceh saat ini masih 34 persen. Wali Kota Illiza Sa'aduddin Djamal bakal mengeluarkan seruan agar anak-anak ASN dilakukan imunisasi.

Illiza menjelaskan, cakupan imunisasi di ibu kota Provinsi Aceh sempat menyentuh angka 83 persen pada tahun 2016 atau sebelum COVID-19. Namun ketika pandemi banyak sekali hoaks yang beredar sehingga masyarakat terpengaruh.

"Kami akan membuat seruan untuk seluruh anak-anak ASN, keluarga-keluarga ASN ini untuk bisa melakukan vaksinasi. Dan kami juga punya inovasi, di mana, tadi di Puskesmas kita, jadi inovasi untuk menjemput para calon pengantin. Calon pengantin mereka dites, dan kemudian kalau mereka memang layak dari sisi kesehatannya, akan dikeluarkan surat layak untuk melakukan pernikahan," kata Illiza kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat (22/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Illiza mendampingi kunjungan kerja Wamenkes Dante Saksono Harbuwono ke Posyandu dan Puskesmas di Banda Aceh. Menurutnya, edukasi tentang imunisasi akan dilakukan untuk semua kalangan dengan berbagai cara dan pendekatan.

ADVERTISEMENT

Mantan anggota DPR RI mengaku akan melibatkan kelompok masyarakat, PPK hingga bekerja dengan lintas lembaga. Pemerintah kota juga akan mensosialisasikan dampak positif bila anak dilakukan vaksinasi.

Menurutnya, rendahnya cakupan imunisasi saat ini disebabkan banyaknya hoaks serta pemahaman yang salah. Dia mencontohkan anggapan anak tetap kena campak padahal sudah diimunisasi.

"Tapi ketika dia kena campak, dia tidak berdampak buruk, imunitas tubuhnya menjadi lebih kuat, dia tidak akan punya penyakit lainnya yang disebabkan karena campak itu. Nah pemahaman-pemahaman yang seperti ini mungkin belum tersampaikan secara lebih tuntas kepada masyarakat. Maka kita mencari apa metodologi, strategi apa yang harus kita lakukan, terutama pendekatan dari sisi agama," ujarnya.




(agse/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads