Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026, Lengkap dengan Niatnya

Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026, Lengkap dengan Niatnya

Aisyah Luthfi - detikSumut
Sabtu, 16 Mei 2026 14:09 WIB
Ilustrasi Puasa
Foto: Gemini AI
Medan -

Tak terasa kita saat ini sudah mendekati bulan Dzulhijjah, detikers! Salah satu momen yang paling dinanti umat Islam menjelang perayaan Idul Adha 2026 adalah kesempatan untuk melaksanakan dua ibadah puasa sunnah yang sangat istimewa, yakni puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.

Kedua amalan ini memiliki kemuliaan yang luar biasa dan menjadi sarana pendekatan diri secara spiritual bagi kita yang belum berkesempatan berangkat ke Tanah Suci.

Melansir laman BAZNAS RI, terdapat larangan berpuasa di Hari Tasyrik karena waktu tersebut merupakan hari makan dan minum. Sebaliknya, hari-hari sebelum Idul Adha justru menjadi waktu terbaik untuk mendulang pahala lewat puasa sunnah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puasa Tarwiyah dilaksanakan setiap tanggal 8 Dzulhijjah sebagai penanda persiapan jemaah haji menuju Arafah. Sementara itu, Puasa Arafah ditunaikan pada 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan momen wukuf yang sakral di Padang Arafah.

Lantas, kapan kita bisa mulai sahur dan berpuasa? Yuk, simak rincian jadwal, lafadz niat, hingga keutamaannya di bawah ini, detikers!

ADVERTISEMENT

Perkiraan Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026

Penetapan tanggal ibadah ini mengikuti pengamatan hilal bulan Dzulhijjah di Indonesia. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama baru akan menggelar sidang isbat pada 17 Mei 2026.

Jika hasil sidang isbat pemerintah selaras dengan Kalender Hijriah Indonesia susunan Kemenag, maka estimasi jadwal pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

  • Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah 1447 H): Jatuh pada hari Senin, 25 Mei 2026
  • Puasa Arafah (9 Dzulhijjah 1447 H): Jatuh pada hari Selasa, 26 Mei 2026
  • Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah 1447 H): Jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026

Lafadz Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah (Lengkap Arab & Latin)

Niat adalah rukun paling mendasar penentu sahnya ibadah. Detikers bisa membaca niat ini di dalam hati sejak malam hari atau saat sahur tiba.

1. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ψ§Ω„ΨͺΩŽΩ‘Ψ±Ω’ΩˆΩΩŠΩŽΨ©Ω Ψ³ΩΩ†ΩŽΩ‘Ψ©Ω‹ Ω„ΩΩ„ΩŽΩ‘Ω‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."

Jika detikers lupa melafalkan niat sebelum waktu puasa dan baru teringat pada siang hari, detikers bisa membaca niat pada siang hari. Berikut lafadznya:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ω‡Ω°Ψ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَائِ ΨͺΩŽΨ±Ω’ΩˆΩΩŠΩŽΨ©ΩŽ Ψ³ΩΩ†ΩŽΩ‘Ψ©Ω‹ لِلّٰهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Latin: Nawaitu shauma hΓ’dzal yaumi 'an adΓ’'i tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ عَرَفَةَ Ψ³ΩΩ†ΩŽΩ‘Ψ©Ω‹ Ω„ΩΩ„ΩŽΩ‘Ω‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."

Jika baru teringat pada siang hari, berikut lafadznya:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ω‡Ω°Ψ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑعَرَفَةَ Ψ³ΩΩ†ΩŽΩ‘Ψ©Ω‹ لِلّٰهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Latin: Nawaitu shauma hΓ’dzal yaumi 'an adΓ’'i arafata sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah Ta'ala."

Hukum dan Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

Hukum melaksanakan kedua puasa ini adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan) bagi muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Secara teknis, pelaksanaannya sama dengan puasa pada umumnya, yakni menahan lapar, dahaga, dan hal-hal yang membatalkan dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Mengenai keutamaannya yang luar biasa, hal ini bersandarkan pada hadits shahih berikut:

Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω عَرَفَةَ ΩŠΩΩƒΩŽΩΩΩ‘Ψ±Ω Ψ³ΩŽΩ†ΩŽΨͺΩŽΩŠΩ’Ω†Ω Ω…ΩŽΨ§ΨΆΩΩŠΩŽΨ©Ω‹ ΩˆΩŽΩ…ΩΨ³Ω’ΨͺΩŽΩ‚Ω’Ψ¨ΩŽΩ„ΩŽΨ©Ω‹ ΩˆΩŽΨ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΨΉΩŽΨ§Ψ΄ΩΩˆΩ’Ψ±ΩŽΨ§ΩŽΨ‘ ΩŠΩΩƒΩŽΩΩΩ‘Ψ±Ω Ψ³ΩŽΩ†ΩŽΨ©Ω‹ Ω…ΩŽΨ§ΨΆΩΩŠΩŽΨ©Ω‹

Artinya: "Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat." (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud dari Abi Qotadah).

Bayangkan, detikers, hanya dengan menahan lapar dan dahaga selama satu hari, Allah SWT memberikan pengampunan dosa untuk dua tahun sekaligus! Selain itu, hari Arafah juga dikenal sebagai hari di mana Allah membebaskan lebih banyak hamba-Nya dari siksa api neraka dibandingkan hari-hari lainnya.

Panduan Lengkap dan Tips Menjalankan Puasa

Agar ibadah detikers berjalan maksimal dan mendulang pahala utuh, yuk perhatikan tata cara berikut:

Akhirkan Makan Sahur
Sesuai sunnah Rasulullah SAW, sahur di akhir waktu memberikan keberkahan dan menjaga stamina tubuh. Rasulullah bersabda,

"Bersahurlah kalian karena dalam sahur terdapat keberkahan." (HR. Bukhari).

Jaga Perilaku dan Lisan
Jangan sampai puasa kita sia-sia hanya karena emosi, bergunjing, atau menyebarkan berita bohong di media sosial.

Segerakan Berbuka
Saat azan Magrib berkumandang, batalkan puasa dengan yang manis atau air putih, lalu baca doa berbuka puasa:

Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡ΩΩ…ΩŽΩ‘ Ω„ΩŽΩƒΩŽ ءُمْΨͺُ ΩˆΩŽΨ¨ΩΩƒΩŽ Ψ’Ω…ΩŽΩ†Ω’Ψͺُ ΩˆΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ±ΩΨ²Ω’Ω‚ΩΩƒΩŽ Ψ£ΩŽΩΩ’Ψ·ΩŽΨ±Ω’Ψͺُ

Latin: Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu.

Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."

Nah, tunggu apa lagi? Yuk sebarkan informasi ini ke keluarga dan sahabat kamu, detikers. Mengajak orang lain dalam kebaikan akan mengalirkan pahala yang sama besarnya untuk kita tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Selamat mempersiapkan diri menyambut hari raya kurban!




(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads