Hari Penting Bulan Zulhijah 1447 H: Puasa Tarwiyah, Arafah, hingga Hari Tasyrik

Hari Penting Bulan Zulhijah 1447 H: Puasa Tarwiyah, Arafah, hingga Hari Tasyrik

Aisyah Luthfi - detikSumut
Selasa, 19 Mei 2026 18:20 WIB
Ilustrasi tanggal 29 Mei 2026
Kalender Mei (Foto: Gemini AI)
Medan -

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah resmi menetapkan awal bulan Zulhijah 1447 Hijriah. Bagi umat Islam, masuknya bulan pamungkas dalam kalender Hijriah ini menjadi penanda dimulainya rangkaian momen sakral, mulai dari hari-hari istimewa, ladang ibadah sunnah, hingga perayaan Hari Raya Idul Adha 2026.

Melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemerintah melalui Kemenag RI telah resmi menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1447 Hijriyah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 1447 H dipastikan bertepatan dengan hari Rabu, 27 Mei 2026.

Penetapan ini tidak hanya menjadi acuan untuk pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga menjadi panduan bagi detikers yang ingin menunaikan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah, serta mengetahui batasan di Hari Tasyrik setelah Idul Adha. Yuk, catat agenda lengkapnya di bawah ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar Hari Penting Bulan Zulhijah 2026

Agar tidak ketinggalan momentum panen pahala yang hanya datang setahun sekali ini, berikut rincian penanggalan penting sepanjang bulan Zulhijah 1447 H yang sudah dikonversi ke penanggalan masehi:

  • Senin, 18 Mei 2026 (1 Zulhijah 1447 H): Awal bulan Zulhijah 1447 Hijriah.
  • Senin, 25 Mei 2026 (8 Zulhijah 1447 H - Hari Tarwiyah): Umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah.
  • Selasa, 26 Mei 2026 (9 Zulhijah 1447 H - Hari Arafah): Pelaksanaan puasa sunnah Arafah bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
  • Rabu, 27 Mei 2026 (10 Zulhijah 1447 H - Hari Raya Idul Adha): Pelaksanaan salat Id dan dimulainya waktu penyembelihan hewan kurban. Pada hari ini, umat Islam dilarang keras untuk berpuasa.
  • Kamis-Sabtu, 28-30 Mei 2026 (11-13 Zulhijah 1447 H - Hari Tasyrik): Tiga hari sakral setelah Idul Adha. Sama seperti hari raya, detikers juga dilarang berpuasa pada hari-hari ini.

Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Idul Adha 2026

Selain agenda ibadah, pemerintah juga telah mengalokasikan jatah libur bagi masyarakat untuk merayakan hari besar keagamaan ini. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama, berikut jadwal liburnya:

ADVERTISEMENT
  • Rabu, 27 Mei 2026: Libur Nasional Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
  • Kamis, 28 Mei 2026: Cuti Bersama Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Mengenal Hari Tasyrik: Waktu Makan, Minum, dan Berzikir

Setelah melewati puncak perayaan Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026, umat Islam akan langsung memasuki periode penting yang disebut Hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (28-30 Mei 2026).

Mengutip buku "Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat: Petunjuk Nabi Muhammad SAW untuk Terkabulnya Semua Hajat" karya M. Ghofur Khalil, hari Tasyrik merupakan kelanjutan dari hari raya umat Islam yang dirayakan pasca-Idul Adha. Hari Tasyrik ini bertepatan dengan tanggal 11 hingga 13 Dzulhijjah pada kalender Islam. Di waktu-waktu tersebut, para jemaah haji fokus menjalani aktivitas ibadah di Mina, termasuk melaksanakan ritual lempar jumrah.

Secara bahasa, Tasyrik berasal dari kata "syarraqa" yang berarti menjemur sesuatu di bawah terik matahari. Ini merujuk pada kebiasaan komunal masyarakat zaman dulu yang menjemur daging kurban menjadi dendeng agar awet.

Mengapa Hari Tasyrik Diharamkan Berpuasa?

Bagi detikers yang rutin mengamalkan puasa sunnah seperti puasa Daud atau puasa qadha, wajib dicatat bahwa hukum berpuasa pada tiga hari ini adalah haram. Rasulullah SAW menegaskan bahwa hari-hari ini adalah waktu bagi umat Islam untuk merayakan nikmat fisik dan batin.

Berikut adalah dalil shahih yang melarang puasa di Hari Tasyrik:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَا لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدْ الْهَدْيَ

Artinya: "Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu anhuma, keduanya berkata: 'Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan qurban ketika menunaikan haji'." (HR. Bukhari, no. 1859).

Larangan ini kembali diperkuat dalam hadits lain, yaitu:

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ يَوْمَ عَرَفَةَ وَيَوْمَ النَّحْرِ وَأَيَّامَ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Artinya: "Dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum'." (HR. An-Nasa'i, no. 2954).

Amalan Sunnah Utama di Hari Tasyrik

Meski dilarang puasa, bukan berarti keran pahala tertutup ya, detikers! Justru ada banyak amalan utama yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk menghidupkan hari-hari mulia ini:

1. Memperbanyak Takbir dan Zikir

Umat Islam diperintahkan untuk mengagungkan nama Allah SWT. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 203:

وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْدُودَٰتٍ ۚ

Artinya: "Dan berdzikirlah (dengan menyebut) nama Allah dalam beberapa hari yang terbilang." Ulama sepakat bahwa yang dimaksud "hari-hari yang terbilang" adalah Hari Tasyrik.

2. Menyembelih Hewan Kurban

Bagi detikers yang memiliki kelapangan rezeki namun belum sempat mengeksekusinya pada hari H Idul Adha, waktu penyembelihan kurban sebenarnya masih sah dan terus berlanjut sepanjang Hari Tasyrik hingga sebelum matahari terbenam pada tanggal 13 zulhijah (Sabtu, 30 Mei 2026).

3. Membaca Doa Sapu Jagad

Hari Tasyrik merupakan salah satu waktu paling mustajab untuk memanjatkan doa. Ulama sangat menganjurkan untuk memperbanyak doa kebaikan dunia akhirat atau doa sapu jagad yang bersumber dari Surah Al-Baqarah ayat 201: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."

4. Menikmati Hidangan (Makan dan Minum)

Menikmati olahan daging kurban bersama keluarga dan menyedekahkannya kepada lingkungan sekitar merupakan bagian dari ibadah di hari ini. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمٌ بَعَثَ عَبْدَ اللهِ بنَحْذافة يَدُوفُ فِي مِنى أنْ لَا تَصُومُوا هَذِهِ الأَيَّامَ فَأَنَّهَا أَيَّامُ أَكل وَسُرْبِ وَذِكْرِ اللَّهِ عَزَّوَجَلَّ

Artinya: "Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW, mengutus Abdullah bin Hudzafah untuk berkeliling Mina dan menyampaikan: 'Janganlah kalian puasa pada hari-hari ini (hari tasyrik), karena ini merupakan hari-hari untuk makan, minum, dan zikir kepada Allah Azza wa jalla'." (HR. Ahmad).

Nah, jadi jangan sampai salah mencocokkan jadwal puasa dan liburanmu ya, detikers! Manfaatkan momentum emas di bulan Zulhijah ini untuk berbagi kebahagiaan lewat hidangan kurban sekaligus mempertebal ketakwaan kita. Selamat menyambut Idul Adha dan selamat berkurban!

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video WNI Ditangkap Israel, Menlu: Informasi yang Kita Terima Masih Sulit"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads