Personal branding menjadi hal penting bagi mahasiswa di era digital karena dapat membantu membangun citra diri yang positif sejak dini. Dengan personal branding yang kuat, mahasiswa bisa lebih mudah dikenal, dipercaya, hingga memiliki peluang lebih besar di dunia organisasi maupun karier.
Pakar komunikasi, Hana Pratiwi, menegaskan personal branding adalah kebutuhan strategis untuk mahasiswa agar sukses di dunia kerja. Lantas, bagaimana cara membangun personal branding? Cek tipsnya!
Tips Membangun Personal Branding untuk Mahasiswa
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Selaraskan Identitas Diri
Hana menggunakan analogi panggung pertunjukan untuk menjelaskan pentingnya keselarasan identitas diri. Ada identotas 'tront stage' yaitu penampilan, cara berkomunikasi, hingga lingkaran pertemanan yang terlihat di publik. Namun, hal tersebut harus didukung oleh 'back stage' yang kuat, seperti kebiasaan sehari-hari serta pola pikir.
"Apa yang dibangun di belakang layar harus selaras dengan apa yang ditampilkan di depan. Tanpa keselarasan, kepercayaan publik akan hilang," jelasnya dalam laman Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dikutip detikEdu.
2. Jujur soal Identitas
Saat menciptakan personal branding, seseorang bisa saja terjebak dalam pencitraan berlebihan. Menurut Hana, personal branding yang sehat justru bertumpu pada kejujuran identitas.
Identitas profesional yang kokoh lahir dari kesesuaian antara apa yang ditampilkan di media sosial dengan tindakan nyata. Jika profil digital terlihat unggul, tetapi tidak didukung kompetensi, maka justru akan merusak kredibilitas.
3. Tata Krama dan Nilai yang Jelas
Selain itu, Hana menggarisbawahi pentingnya manner atau tata krama sebagai pembeda utama di dunia kerja. Apabila keterampilan teknis dapat dipelajari, maka sikap dan perilaku terbentuk dari kedisiplinan serta nilai yang dipegang individu.
Ia mendorong mahasiswa untuk memperhatikan detail kecil dalam berperilaku, karena hal tersebut berpengaruh besar terhadap penilaian profesional.
"Yang bertahan di dunia profesional bukan mereka yang paling sering terlihat, tetapi mereka yang paling jelas nilainya (value)," ujarnya.
(astj/astj)











































