3 Penyebab Keran Air Masih Menetes Walau Sudah Ditutup

3 Penyebab Keran Air Masih Menetes Walau Sudah Ditutup

ilham fikriansyah - detikSumut
Sabtu, 16 Mei 2026 21:31 WIB
ilustrasi keran air
ilustrasi keran air. (Foto: thinkstock).
Jakarta -

Ketika menutup keran air, seharusnya air bakal berhenti mengalir agar area lantai tetap kering. Tapi terkadang keran masih meneteskan air yang tidak berhenti walau keran telah ditutup.

Kondisi tersebut membuat penghuni rumah merasa was-was. Selain takut membuang-buang air, mesin air juga terus bekerja sebab mendeteksi keran air yang masih terbuka.

Ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan keran masih meneteskan air walau sudah ditutup rapat. Apa saja itu? Berikut penjelasan lengkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab Keran Masih Meneteskan Air

Dikutip detikProperti dari Swans's Plumbing, berikut beberapa faktor yang membuat keran sering meneteskan air walau sudah ditutup:

1. Penutup Keran Sudah Longgar

ADVERTISEMENT

Masalah ini umumnya terjadi karena penutup keran telah longgar atau mengalami aus. Kondisi segel karet atau plastik kecil yang terdapat di dalam gagang keran biasanya sudah rusak seiring pemakaian.

2. Ada Bagian Keran yang Retak

Komponen pada keran air yang dapat mengalami longgar yaitu ring-o, seal, washer, dan katup. Meski keran sudah ditutup, namun air tetap keluar karena komponennya sudah rusak.

Kelonggaran ini bisa disebabkan adanya karat di dalam keran, retakan, penumpukan mineral, hingga usia pemakaian sehingga perlu diganti yang baru.

3. Pemakaian Air Berlebih

Sering membuka keran air secara besar? Bisa jadi ini penyebab keran cepat rusak. Sebab, komponen di dalamnya bakal mengalami tekanan ketika keran dibuka secara besar, sehingga bisa menimbulkan retakan, kebocoran, hingga longgar.

Cara Perbaiki Keran Air yang Rusak

Dikutip dari My Plumber London dan Your Repair, berikut cara perbaiki keran air yang menetes terus.

1. Siapkan Alat

Siapkan sejumlah alat penting untuk memperbaiki keran, mulai dari kunci pas, obeng berkepala silang, cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip khusus pipa.

2. Matikan Saluran Air

Pastikan mesin atau pompa air dalam keadaan mati. Kalau tidak, saat pipa dibuka air bakal menyembur keluar dan bikin area sekitar jadi basah.

3. Lepaskan Gagang Keran

Buka gagang keran terlebih dahulu, lalu cari sekrupnya untuk melepaskan dari leher keran.

4. Buka Cartridge atau Katup

Keran biasanya punya cartridge atau katup untuk mengatur aliran air. Buka bagian cartridge dengan kunci pas yang ukurannya sesuai. Putar ke arah yang berlawanan dengan arah jarum jam.

5. Periksa dan Ganti Washer atau Ring-O

Periksa kondisi washer dan ring-o di dalam cartridge. Apabila bentuknya berubah dari bentuk awal atau adanya kerusakan, bagian tersebut harus segera diganti.

6. Pasang Selotip Ledeng

Bila keran didesain dengan sambungan berulir yakni kenop buka tutupnya diputar di bagian atas, cara menghentikan air bisa dengan memasang selotip pipa secara melingkar.

7. Pasang Lagi Komponen Keran

Jika telah selesai diperbaiki, pasang lagi seluruh komponen keran. Pastikan pemasangannya kencang, tetapi tidak terlalu kencang. Kamu bisa menggunakan kunci pas yang diputar searah jarum jam.




(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads