Keran Air Masih Menetes Walau Sudah Ditutup? Ini 3 Penyebabnya

Keran Air Masih Menetes Walau Sudah Ditutup? Ini 3 Penyebabnya

ilham fikriansyah - detikProperti
Sabtu, 16 Mei 2026 09:48 WIB
Air Keran
Ilustrasi keran air. Foto: Getty Images/iStockphoto/profstocktv
Jakarta -

Saat menutup keran air, seharusnya air akan berhenti mengalir supaya area lantai tetap kering. Namun terkadang keran masih meneteskan air yang tidak berhenti walau keran sudah ditutup.

Kondisi ini bikin penghuni rumah merasa was-was. Selain takut membuang-buang air, mesin air juga terus bekerja sebab mendeteksi keran air yang masih terbuka.

Ternyata ada sejumlah faktor yang menyebabkan keran masih meneteskan air walau sudah ditutup rapat. Apa saja sebabnya? Simak dalam artikel ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab Keran Masih Meneteskan Air

Dilansir dari Swans's Plumbing, berikut beberapa faktor yang membuat keran sering meneteskan air walau sudah ditutup:

1. Penutup Keran Sudah Longgar

Masalah ini umumnya terjadi karena penutup keran sudah longgar atau mengalami aus. Kondisi segel karet atau plastik kecil yang terletak di dalam gagang keran biasanya sudah rusak seiring pemakaian.

ADVERTISEMENT

2. Ada Bagian Keran yang Retak

Komponen pada keran air yang bisa mengalami longgar adalah ring-o, seal, washer, dan katup. Meski keran sudah ditutup, tetapi air tetap keluar karena komponennya sudah rusak.

Kelonggaran ini bisa disebabkan adanya karat di dalam keran, retakan, penumpukan mineral, hingga usia pemakaian sehingga perlu diganti yang baru.

3. Pemakaian Air Berlebih

Sering membuka keran air secara besar? Bisa jadi ini penyebab keran cepat rusak. Sebab, komponen di dalamnya akan mengalami tekanan saat keran dibuka secara besar, sehingga dapat menimbulkan retakan, kebocoran, hingga longgar.

Cara Perbaiki Keran Air yang Rusak

Dikutip dari My Plumber London dan Your Repair, berikut cara perbaiki keran air yang menetes terus.

1. Siapkan Alat

Siapkan beberapa alat penting untuk memperbaiki keran, mulai dari kunci pas, obeng berkepala silang, cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip khusus pipa.

2. Matikan Saluran Air

Pastikan mesin atau pompa air dalam keadaan mati. Jika tidak, saat pipa dibuka air akan menyembur keluar dan membuat area sekitar jadi basah.

3. Lepaskan Gagang Keran

Buka gagang keran terlebih dahulu, kemudian cari sekrupnya untuk melepaskan dari leher keran.

4. Buka Cartridge atau Katup

Keran biasanya memiliki cartridge atau katup untuk mengatur aliran air. Buka bagian cartridge dengan kunci pas yang ukurannya sesuai. Putar ke arah yang berlawanan dengan arah jarum jam.

5. Periksa dan Ganti Washer atau Ring-O

Periksa kondisi washer dan ring-o di dalam cartridge. Apabila bentuknya berubah dari bentuk awal atau adanya kerusakan, bagian tersebut harus segera diganti.

6. Pasang Selotip Ledeng

Jika keran didesain dengan sambungan berulir yakni kenop buka tutupnya diputar di bagian atas, cara menghentikan air bisa dengan memasang selotip pipa secara melingkar.

7. Pasang Lagi Komponen Keran

Jika sudah selesai diperbaiki, pasang lagi seluruh komponen keran. Pastikan pemasangannya kencang, tetapi tidak terlalu kencang. Kamu bisa menggunakan kunci pas yang diputar searah jarum jam.

Itulah penyebab keran masih meneteskan air meski sudah ditutup. Semoga bermanfaat!




(ilf/ilf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads