Gejala Panu pada Kulit dan Cara Mudah Mengatasinya

Nanda M Marbun - detikSumut
Jumat, 15 Mei 2026 06:58 WIB
Foto: Primary Care Dermatology Society/Dermatoweb
Medan -

Panu atau Pityriasis versicolor menjadi salah satu penyakit kulit yang cukup sering ditemukan di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Cuaca panas dan kelembapan tinggi menjadi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur penyebab panu.

Tak heran jika penyakit kulit ini banyak menyerang masyarakat, terutama pada area tubuh yang mudah berkeringat seperti dada, punggung, leher hingga lengan.

Faktor Penyebab Panu

Dikutip dari Jurnal Medika Hutama Vol. 03 No. 02 Januari 2022 berjudul Hubungan Personal Hygiene Individu dengan Kejadian Pityriasis Versicolor Sebuah karya Wahyu Radila, Panu disebabkan oleh jamur dari genus Malassezia yang sebenarnya hidup secara normal di permukaan kulit manusia. Dalam kondisi tertentu, jamur tersebut dapat berkembang berlebihan dan memicu infeksi pada lapisan luar kulit atau stratum korneum.

Gejala panu biasanya ditandai dengan munculnya bercak berwarna lebih terang atau lebih gelap dibanding warna kulit sekitar. Permukaan kulit terkadang tampak bersisik halus dan pada sebagian orang dapat menimbulkan rasa gatal, terutama saat cuaca panas atau tubuh berkeringat.

Faktor lainnya seperti kebersihan memang menjadi salah satu penyebab yang berpengaruh. Kebiasaan jarang mandi, memakai pakaian lembap, lingkungan yang kurang bersih hingga produksi keringat berlebih dapat meningkatkan risiko munculnya panu.

Selain itu, Indonesia yang memiliki suhu hangat dan tingkat kelembapan tinggi membuat penyebaran penyakit kulit akibat jamur lebih mudah terjadi. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kebersihan tubuh dan kesehatan kulit.

Meski tidak termasuk penyakit berbahaya, panu kerap membuat penderitanya merasa kurang percaya diri karena bekas bercaknya terlihat jelas di kulit. Bahkan, tidak sedikit orang menganggap panu identik dengan kurang menjaga kebersihan diri.



Simak Video "Video: Ada Kasus Penyakit Kulit Berbenjol, Jembrana Bali Di-Lockdown"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork