Kiprah Organisasi Kepemudaan di Medan yang Pengaruhnya Makin Besar

Kiprah Organisasi Kepemudaan di Medan yang Pengaruhnya Makin Besar

A.Fahri - detikSumut
Rabu, 13 Mei 2026 15:30 WIB
Ilustrasi tentang organisasi pemuda di Medan (Foto:  Gemini ai)
Foto: Ilustrasi tentang organisasi pemuda di Medan (Foto: Gemini ai)
Medan -

Kota Medan memiliki sejarah panjang mengenai keberadaan organisasi kepemudaan. Terlebih organisasi kepemudaan di Kota Medan kini berpengaruh ke seluruh aspek kehidupan seperti bidang ekonomi, keamanan, hingga politik.

Fenomena ini dibahas dalam buku Kisah dari Deli: Masalah Sosial dan Pembangunan di Kota Medan (Jilid II) karya Erond L. Damanik. "Salah satu keunikan Kota Medan dewasa ini adalah tumbuh dan berkembangnya berbagai organisasi kepemudaan," tulis Erond dalam bukunya.

Menurut Erond, organisasi kepemudaan di Medan memiliki pengaruh yang luas dalam kehidupan masyarakat. Keberadaan mereka tidak hanya berkaitan dengan aktivitas sosial, tetapi juga menyentuh aspek keamanan, ekonomi, dan politik lokal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengaruh itu dapat saja menyoal keamanan, kenyamanan, ekonomi dan sosial, serta politik," tulisnya.

ADVERTISEMENT

Dalam perkembangannya, sejumlah organisasi disebut membagi wilayah Kota Medan ke dalam area-area tertentu yang menjadi basis pengaruh mereka.

"Mereka membagi Kota Medan berdasarkan wilayah-wilayah tertentu sebagai daerah kekuasaannya," ungkap Erond.

Pembagian wilayah tersebut berkaitan dengan berbagai aktivitas ekonomi, seperti pengelolaan parkir, jasa keamanan, hingga perlindungan usaha.

"Pembagian wilayah itu menandai 'daerah kekuasaan' untuk meraup keuntungan seperti pengelola parkir, keamanan wilayah maupun beking pertokoan atau perumahan penduduk," tulisnya.

Erond juga menyoroti bagaimana organisasi kepemudaan sering diasosiasikan dengan istilah rowdy youth atau pemuda berandalan.

"OKP dimanapun selalu diidentikkan dengan organisasi rowdy youth (pemuda berandalan) yang mencerminkan culture of violence (budaya kekerasan)," tulis Erond.

Kajian ini menunjukkan bahwa sejarah Kota Medan tidak hanya dibentuk oleh perkembangan ekonomi dan perkebunan, tetapi juga oleh dinamika kelompok-kelompok sosial yang memiliki pengaruh besar di ruang publik.

Melalui penelusuran sejarah tersebut, Erond mengajak pembaca memahami bahwa organisasi kepemudaan di Medan merupakan bagian dari realitas sosial yang kompleks, di mana hubungan antara kekuasaan, uang, dan politik telah berlangsung selama puluhan tahun.

Artikel ditulis A. Fahri Perdana Lubis, peserta maganghub Kemnaker di detikcom




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads