Tanggal 12 Mei Memperingati Hari Apa Saja? Cek di Sini

Tanggal 12 Mei Memperingati Hari Apa Saja? Cek di Sini

Eme Arapenta Tarigan - detikSumut
Selasa, 12 Mei 2026 13:46 WIB
Ilustrasi 12 Mei. (gemini_AI)
Foto: Ilustrasi 12 Mei. (gemini_AI)
Medan -

Tahukah kamu bahwa setiap tanggal mempunyai cerita dan peringatan uniknya masing-masing? Meskipun bukan merupakan hari libur nasional ataupun hari cuti bersama, 12 Mei menyimpan sejumlah momen yang unik dan juga menarik yang mungkin belum kamu ketahui. Yuk simak artikel di bawah ini.

Hari Perawat Internasional

Dilansir dari laman Britannica, Hari Perawat Internasional (International Nurses Day) setiap tanggal 12 Mei. Acara ini didirikan oleh International Council of Nurses (ICN) pada tahun 1974 guna menghormati jasa para perawat di seluruh dunia yang memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanggal 12 Mei dipilih karena bertepatan dengan hari kelahiran Florence Nightingale, tokoh yang dikenal sebagai pelopor keperawatan modern. Nightingale menjadi tokoh penting dalam bidang keperawatan pada tahun 1850-an selama Perang Krimea.

Pada saat itu, ia ditempatkan di Rumah Sakit Barak di Scutari, dimana ia memimpin sekelompok perawat yang merawat tentara Inggris yang terluka. Pengalaman Nightingale di Scutari mendorongnya untuk berkampanye demi reformasi perawatan kesehatan dan keperawatan, dan pada tahun 1860 ia membuka Sekolah Keperawatan Nightingale di Rumah Sakit St. Thomas di London.

ADVERTISEMENT

Hari Peringatan Tragedi Trisakti

Di Indonesia, tanggal 12 Mei juga diperingati sebagai Hari Peringatan Tragedi Trisakti. Peristiwa ini terjadi pada 12 Mei 1998 ketika mahasiswa Universitas Trisakti melakukan aksi demonstrasi menuntut reformasi pemerintahan.

Tragedi tersebut menewaskan empat mahasiswa dan menjadi salah satu pemicu besar lahirnya Reformasi 1998 di Indonesia. Hingga kini, peristiwa itu terus dikenang sebagai simbol perjuangan demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Dilansir laman resmi Universitas Trisakti, aksi demonstrasi dilakukan pada tanggal 12 Mei 1998 yang dimulai pukul 10.30 WIB. Para mahasiswa Universitas Trisakti saat itu tengah berkumpul di parkiran depan Gedung Syarif Thayeb. Terdapat juga para dosen dan pejabat fakultas, dan para karyawan universitas.

Memasuki pukul 10.45 hingga 11.00 WIB, para pengunjuk rasa menurunkan bendera menjadi setengah tiang yang diiringi dengan lagu Indonesia Raya. Meski sempat terjadi ketegangan pada pukul 12.25 WIB akibat kehadiran aparat keamanan, massa tetap tenang dan tidak terprovokasi. Mereka terus bergerak menuju gerbang Jalan Jenderal S. Parman demi menyampaikan aspirasi kepada anggota dewan.

Pada pukul 12.40 WIB, langkah demonstran terhambat di area kantor Wali Kota Jakarta Barat. Meski kesepakatan untuk mundur tercapai pada pukul 16.45 WIB, provokasi verbal dari oknum aparat pada pukul 17.05 WIB memicu kembali kekacauan.

Situasi berubah menjadi sangat mencekam ketika aparat melakukan tindakan represif berupa penembakan, penggunaan gas air mata, hingga aksi pemukulan dan tindakan pelecehan. Mahasiswa yang berada di dalam lingkungan kampus Universitas Trisakti pun tak luput dari sasaran tembakan aparat yang berada di jembatan layang.

Tragedi ini memakan korban jiwa sebanyak empat mahasiswa; tiga di antaranya meninggal dunia seketika di tempat kejadian, sementara satu orang meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

Artikel ini ditulis oleh Eme Arapenta Tarigan, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads