Waspadai Paparan Blue Light dari Layar Elektronik, Bisa Sebabkan Sulit Tidur

Waspadai Paparan Blue Light dari Layar Elektronik, Bisa Sebabkan Sulit Tidur

Rindi Antika - detikSumut
Selasa, 12 Mei 2026 01:01 WIB
Waspadai Paparan Blue Light dari Layar Elektronik, Bisa Sebabkan Sulit Tidur
Foto: Ilustrasi. Paparan Blue Light dari Ponsel/Android. (Gemini AI)
Medan -

Internet dan penggunaan perangkat elektronik dengan layar LED hampir tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Paparan Blue light dari perangkat elektronik ternyata dapat menyebabkan gangguan tidur.

Melansir dari Jurnal Keseharian Masyarakat Prepotif, dampak dari paparan Blue light yang paling utama adalah perubahan fase tidur dan Digital Eye Strain (DES), seperti mata kering hingga penglihatan yang kabur.

"Dampak klinis yang paling sering dibahas terbagi menjadi dua domain utama, yaitu gangguan tidur akibat supresi melatonin dan perubahan fase tidur, dan gejala visual akut yang dikenal sebagai digital eye strain (DES) atau computer vision syndrome, seperi mata kering, kelelahan visual, penglihatan kabur, dan sakit kepala," tulis studi tersebut dilansir detikSumut, Senin (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam penelitian yang sama disebutkan bahwa meskipun membutuhkan penelitian yang lebih jauh, banyak tinjauan yang menunjukkan bahwa paparan blue light dari paparan layar di malam hari dapat menurunkan kualitas tidur hingga jumlah jam tidur pada sebagian orang.

"Banyak tinjauan dan studi eksperimental menunjukkan bahwa paparan layar di malam hari dapat memendekkan total waktu tidur, menunda inisiasi tidur, dan menurunkan subjektifitas kualitas tidur pada sejumlah populasi," lanjut studi tersebut.

ADVERTISEMENT

Hal ini dikarenakan, secara fisiologis, paparan blue light di malam hari dapat meningkatkan kewaspadaan, sehingga dapat menunda rasa ngantuk atau inisiasi tidur serta kualitas tidur itu sendiri.

"Secara fisiologis, ipRGC yang mengandung melanopsin pada panjang gelombang ~460-480 nm sehingga paparan short-wavelength light di malam hari efektif menekan sekresi melatonin dan meningkatkan kewaspadaan. Akibatnya, paparan cahaya biru menjelang tidur dapat menunda inisiasi tidur (sleep onset) dan menurunkan subjektivitas kualitas tidur," tulis studi itu.

Selain itu, paparan blue light yang ada pada layar perangkat digital menyebabkan kelelahan pada mata. Serta penekanan melatonin pada malam hari.

"Paparan cahaya biru dari perangkat digital terutama berdampak pada kelelahan mata dan gangguan tidur, terutama melalui peningkatan beban akomodasi dan penekanan melatonin pada malam hari,"

Meskipun begitu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa efek yang disebabkan paparan blue light ini tidak menyebabkan kerusakan mata secara permanen. Resiko dari paparan tersebut bisa diminimalkan dengan pengurangan durasi paparan layar, durasi, hingga mengistirahatkan mata.

"Bukti ilmiah terbaru menunjukkan bahwa efek tersebut bersifat fungsional dan reversibel, bukan menyebabkan kerusakan mata permanen. Risiko ini dapat diminimalkan melalui pengaturan durasi penggunaan perangkat, istirahat visual, dan pembatasan paparan layar sebelum tidur," tutup studi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh Rindi Antika peserta program Maganghub Kemnaker di detikcom




(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads