Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Hasan, menyoroti viralnya keluhan seorang warga negara asing (WNA) terkait pelayanan petugas imigrasi di Terminal Feri Internasional Sekupang, Batam. Hasan menilai kejadian tersebut berpotensi memengaruhi citra pariwisata dan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri.
Hasan mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor menyusul viralnya kejadian pertama di Pelabuhan Internasional Batam Center. Rapat itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari imigrasi, bea cukai, karantina, pelaku industri pariwisata, pengelola pelabuhan internasional hingga operator kapal.
"Waktu kejadian pertama viral itu, kami langsung follow up dengan rapat lintas sektor. Semua pemangku kepentingan pariwisata kita undang lengkap," kata Hasan, Sabtu (9/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari rapat tersebut, kata Hasan, disepakati komitmen bersama untuk meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan asing yang masuk ke wilayah Kepri. Hasil rapat kemudian dituangkan dalam surat gubernur yang dikirimkan kepada pemerintah kabupaten dan kota.
"Semua sudah punya komitmen bersama. Bahkan hasil rapat itu kita kuatkan lagi melalui surat gubernur kepada bupati dan wali kota," ujarnya.
Hasan menyayangkan masih munculnya kembali keluhan serupa yang viral di media sosial. Menurutnya, hal itu menjadi perhatian serius karena dapat berdampak langsung terhadap citra pariwisata Kepri di mata internasional.
"Sudah pasti berpengaruh (pariwisata). Hari ini era digital, media sosial itu sangat masif. Itu yang kita antisipasi," ujarnya.
Ia menegaskan seluruh petugas pelayanan di pintu masuk internasional harus tetap berpegang pada prosedur dan memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan.
"Kita harus menghormati para pelintas atau wisatawan yang datang sepanjang sesuai prosedur dan aturan yang berlaku," ujarnya.
Terkait permintaan pembayaran Visa on Arrival (VOA) oleh petugas imigrasi terhadap warga Singapura, Hasan menegaskan warga negara Singapura termasuk kategori bebas visa untuk masuk ke Indonesia dalam kunjungan tertentu.
"Singapura itu termasuk bebas visa. Jadi memang tidak ada VOA untuk kategori tersebut," katanya.
Hasan berharap seluruh pemangku kepentingan, khususnya petugas pelayanan di pintu masuk internasional, dapat menjaga komitmen bersama demi menjaga iklim pariwisata Kepri.
"Gimana pun wisatawan ini salah satu penyumbang perputaran ekonomi daerah. Jadi pelayanan yang baik harus benar-benar dijaga," ujarnya.
(nkm/nkm)











































