Sumut Sering Diguyur Hujan Meski Masih Bulan Mei, BMKG Ungkap Penyebabnya

Laila Syakira - detikSumut
Jumat, 08 Mei 2026 22:04 WIB
Foto: Getty Images/Kong Ding Chek
Medan -

Kota Medan dan sekitarnya belakangan ini sering diguyur hujan meski masih bulan Mei yang identik dengan awal musim kemarau. Hal ini terjadi karena proses transisi ke musim kemarau.

Kepala BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan April hingga Mei merupakan periode peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.

"Jadi saat ini itu transisi ke musim kemarau. Puncak musim hujan pertama itu terjadi pada Februari, kemudian puncak musim hujan berikutnya di April. Nah, April sampai Mei ini merupakan masa transisi menuju musim kemarau," ujar Hendro, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan kondisi hujan di Sumatera Utara, khususnya Medan dan sekitarnya, dipengaruhi karakteristik wilayah yang memiliki pola hujan ekuatorial.

"Wilayah Sumatera Utara itu terbagi menjadi beberapa zona seperti pantai barat, pegunungan, dan pantai timur. Nah, khusus Medan dan sekitarnya itu masih dipengaruhi pola ekuatorial, sehingga hujan masih bisa terjadi walaupun sudah memasuki periode kemarau," katanya.

Selain faktor transisi musim, BMKG juga mencatat adanya aktivitas atmosfer yang meningkatkan potensi hujan di wilayah Sumatera Utara.

"Yang kedua adalah karena saat ini ada aktivitas MJO fase 2. MJO atau Madden Julian Oscillation itu bisa dibilang arak-arakan awan hujan dari Samudera Hindia menuju Samudera Pasifik yang melintasi Indonesia sebelah timur, termasuk Sumatera Utara," jelasnya.



Simak Video "Video: Siap-siap! Puncak Kemarau Diprediksi pada Agustus dan Lebih Kering"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork