Potongan Ojol Turun Jadi 8%, Ini Respons dan Harapan Driver di Medan

Potongan Ojol Turun Jadi 8%, Ini Respons dan Harapan Driver di Medan

A. Fahri Perdana Lubis - detikSumut
Kamis, 07 Mei 2026 11:11 WIB
Ilustrasi driver ojol
ilustrasi ojol (Foto: dok. GOTO)
Medan -

Rencana pemerintah menurunkan potongan tarif aplikasi ojek online (ojol) dari 20 persen menjadi sekitar 8-10 persen menuai beragam respons dari para driver di lapangan. Kebijakan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan pengemudi, meski implementasinya masih menunggu langkah dari pihak aplikator.

Dilansir dari detikFinance, pemerintah mendorong agar potongan aplikator ditekan menjadi sekitar 8 persen, sehingga porsi pendapatan driver bisa mencapai sekitar 90 persen lebih. Kebijakan ini juga disebut sebagai upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan para pengemudi transportasi online.

Di sisi lain, perusahaan aplikator seperti Gojek dan Grab menyatakan masih akan mengkaji kebijakan tersebut serta berkoordinasi dengan pemerintah sebelum diterapkan secara menyeluruh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lapangan, sejumlah driver ojol menyambut positif rencana tersebut. Driver ojol di Kota Medan misalnya, salah satunya Nizam, yang kerap mangkal di kawasan Jalan Cemara. Ia menilai kebijakan ini bisa langsung berdampak pada penghasilannya.

"Soal potongan tarif ojol, saya rasa lumayan nambah penghasilan. Dari yang sebelumnya 20 persen jadi sekitar 8 persen," ujarnya, Rabu (6/5/2026).

ADVERTISEMENT

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap berpihak kepada driver.

"Saya dukung apa yang ditetapkan presiden. Apalagi dampaknya bagus buat ojol seperti saya, terasa langsung kalau memang sudah diterapkan," tambahnya.

Senada dengan itu, Samuel, driver ojol lainnya, juga menyambut baik rencana tersebut. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan ini tidak berdampak pada kenaikan tarif bagi pelanggan.

"Menurut saya bagus peraturan yang mau dibuat presiden ini, jadi bisa nambah penghasilan ojol," katanya.

Meski demikian, Samuel mengaku masih menyimpan kekhawatiran terkait kemungkinan dampak lanjutan dari kebijakan tersebut.

"Asal jangan sampai tarif ke pelanggan ikut naik. Takutnya nanti jadi sepi orderan," ujarnya.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads