Bobby Minta BPJS Kesehatan Beri Sanksi Tegas RS yang Tolak Pasien

Nizar Aldi - detikSumut
Rabu, 06 Mei 2026 03:30 WIB
Foto: Gubsu Bobby Nasution menerima audiensi BPJS Kesehatan (Dok. Diskominfo Sumut)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution meminta agar BPJS Kesehatan meningkat kualitas layanan bagi peserta. Termasuk juga memberikan sanksi tegas ke rumah sakit (RS) apabila menolak pasien.

"Kami apresiasi dukungan dari semua pihak dalam memperkuat layanan kesehatan di Sumatera Utara. Khususnya BPJS Kesehatan, mengingat ini menjadi urusan wajib bagi pemerintah kepada masyarakat," kata Bobby Nasution dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Hal itu disampaikan Bobby saat audiensi BPJS Kesehatan di ruang kerjanya. Turut hadir Direktur Kepesertaan Akmal Budi Yulianto, Anggota Dewan Pengawas Afif Johan, serta Deputi Direksi Wilayah I Sumut-Aceh Mustafa, dan jajaran lainnya.

Dalam pertemuan itu, Bobby kembali menegaskan bahwa Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Program Berobat Gratis (Probis) menjadi program unggulan dan prioritas di Sumatera Utara. Dengan capaian yang dinilai cukup baik, ia berharap dukungan seluruh pihak agar program tersebut dapat terus berlanjut melalui kolaborasi.

Program Universal Health Coverage (UHC) di Sumut disebut telah dicapai dalam 3 bulan sejak dicanangkan. Namun masih banyak warga yang kesulitan atau ditolak saat berobat.

"Masih banyak masyarakat yang kesulitan berobat atau tidak diterima di rumah sakit. Karena itu Probis menjadi program utama, seiring capaian UHC di Sumut yang berhasil diwujudkan dalam waktu sekitar tujuh bulan, sehingga masyarakat berobat cukup dengan menunjukkan KTP," ucapnya.

Sehingga Bobby meminta agar BPJS Kesehatan bersikap dengan memberikan sanksi tegas ke RS yang menolak pasien. Rumah sakit juga diminta memberikan pelayanan terbaik tanpa membedakan status pasien.

"Jika masih ada penolakan dari rumah sakit, diharapkan BPJS Kesehatan dapat memberikan sanksi tegas. Pemerintah Provinsi juga siap mendukung percepatan aktivasi kepesertaan agar manfaat layanan dapat dirasakan secara merata," ujarnya.



Simak Video "Video: Makam Remaja di Pangkalpinang Dibongkar, Diduga Jadi Korban Malapraktik"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork