Penyebab Plafon Rumah Retak yang Perlu Diketahui

Penyebab Plafon Rumah Retak yang Perlu Diketahui

ilham fikriansyah - detikSumut
Selasa, 05 Mei 2026 09:01 WIB
Penyebab Plafon Rumah RetakΒ yang Perlu Diketahui
Foto: Getty Images/iStockphoto/ONA_PLANAS
Jakarta -

Plafon rumah bisa mengalami retak seiring berjalannya waktu. Meski kerusakan ini masih bisa diperbaiki, tapi terkadang banyak penghuni rumah yang menganggap remeh.

Biasanya, retakan di plafon yang paling sering ditemui yaitu berbentuk garis lurus atau seperti sarang laba-laba. Meski hanya retakan halus, tapi sebenarnya merupakan pertanda masalah besar di kemudian hari.

Dilansir detikProperti dari House Digest, ahli tukang kayu Bob Beacham mengatakan semakin besar retakan di plafon menunjukkan kemungkinan kondisi rumah yang kurang baik. Walau hanya retakan tipis, namun seiring waktu bisa membesar hingga merusak struktur rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab Retakan Tipis di Plafon

Munculnya retakan tipis pada plafon karena adanya pergerakan alami rumah akibat penurunan atau perubahan suhu dan kelembapan musiman. Kondisi ini juga dapat terjadi akibat beberapa material rumah yang bisa memuai karena perubahan musim.

Dalam beberapa kasus, retakan tipis yang muncul di plafon sangat halus bahkan sampai tidak disadari penghuni rumah. Jadi, cobalah sesekali mengecek kondisi plafon setiap 6-12 bulan sekali untuk memastikan dalam kondisi baik.

ADVERTISEMENT

Untungnya, retakan jenis ini tak sulit untuk diperbaiki. Cukup mengecatnya saja agar retakan bisa disamarkan.

"Retakan halus tidak 'tumbuh' sering kali dapat dicat ulang untuk menyamarkannya," kata Beacham.

Retakan yang Disertai Perubahan Warna Plafon

Jika muncul retakan disertai dengan perubahan warna dan plafon yang sudah menurun, bisa jadi karena terdapat masalah pada struktur rumah. Ada beragam faktor, seperti penurunan tanah yang tak merata atau beban bangunan berlebih.

Sedangkan perubahan warna pada plafon biasanya terjadi karena air hujan yang bocor melalui atap atau ada kebocoran pipa. Untuk memperbaiki masalah ini maka harus memanggil jasa profesional.

"Jika terjadi perubahan warna, sumber kebocoran perlu ditemukan dan diperbaiki, baru langit-langit dapat diperbaiki. Jika ada retakan dan plafon merosot tanpa perubahan warna, hubungi pembasmi hama. Jika retakannya besar, atau juga menjalar ke dinding, hubungi teknisi struktur secepatnya, terutama jika retakannya meluas," jelas Beacham.

Plafon juga dapat retak akibat gangguan hewan. Beberapa hewan seperti tikus atau musang kerap bersarang di area atap, dan aktivitas mereka bisa merusak material plafon itu sendiri.

Retakan pada langit-langit tidak bisa dihindari karena dipengaruhi oleh usia plafon serta pergerakan alami dari rumah. Namun sebenarnya masih bisa dicegah dengan cara mudah, yakni dengan rutin mengecek tanda-tanda plafon mulai retak dan segera memperbaikinya jika ada kerusakan.




(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads