BBM Sulit Didapat di Pekanbaru, Warga Harus Rela Antre Dini Hari

Riau

BBM Sulit Didapat di Pekanbaru, Warga Harus Rela Antre Dini Hari

Raja Adil Siregar - detikSumut
Senin, 04 Mei 2026 20:40 WIB
Antrean kendaraan mengular di SPBU Kota Pekanbaru, Riau (Raja Adil Siregar/detikcom)
Foto: Antrean kendaraan mengular di SPBU Kota Pekanbaru, Riau (Raja Adil Siregar/detikcom)
Pekanbaru -

Antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU masih terjadi di Pekanbaru, Riau. Bahkan, masyarakat antre ke Pertashop, pedagang eceran dan SPBU hingga dini hari.

Pantauan detikcom Senin (4/5/2026), masyarakat mengantre isi bahan bakar sejak pagi tadi. Di Jalan Cipta Karya Ujung, warga antre meskipun Pertashop belum buka.

Lalu SPBU Jalan SM Amin, Jalan Tuanku Tambusai hingga SPBU lain antrean juga terlihat. Di SPBU Jalan SM Amin sebelah Kantor Pajak misalnya, warga antri hingga ke Tugu Songket.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antrean ini bukan hari pertama, sudah lebih dari 3 hari antrean terjadi di sejumlah SPBU di Pekanbaru. Selain itu, di wilayah Kampar, Pelalawan dan Siak juga antre.

Tidak hanya SPBU dan Pertashop, stok di sejumlah pedagang eceran juga kosong. Jika ada, harga naik dari biasa Rp 12 ribu menjadi Rp 15 ribu.

ADVERTISEMENT

"Beberapa SPBU ada stoknya, tapi antrean panjang. Itu dari pagi sampai malam antre panjang, beli eceran naik jadi Rp 15 ribu," kata seorang warga Jailani.

Sementara di SPBU Rimbo Panjang, stok BBM jenis pertalite kosong. Pengendara terpaksa harus putar balik mencari SPBU alternatif lain.

"Pertalite kosong pak," kata petugas saat ditemui di lokasi.

Kosongnya stok dan antrean di sejumlah SPBU juga dikeluhkan sopir taksi online. Mereka terpaksa harus antre hingga dini hari untuk mendapat bahan bakar.

"Antre sampai malam. Kalau nggak kebagian lanjut lagi cari SPBU 24 jam, subuh," ucap sopir taksi online, Imam.

Bagi Imam, bahan bakar menjadi 'nyawa' dalam pekerjaannya. Sebab, kendaraan tidak bisa jalan tanpa bahan bakar dan jarang penumpang mau ikut antre berjam-jam.

"Semoga pemerintah ada solusinya. Jadi tidak antre, karena kami sopir ini nyawa kami memang bahan bakar," imbuh Imam.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads