Masyarakat di Kota Pekanbaru dan sekitarnya mengeluhkan sulit mendapat bahan bakar minyak (BBM). Bahkan untuk dapat BBM harus antre berjam-jam sejak 3 hari terakhir.
Sulitnya mendapatkan BBM terjadi hampir di seluruh SPBU yang ada di Kota Pekanbaru, Kampar dan Pelalawan. Bahkan tak hanya jenis Bio Solar saja, kali ini BBM jenis Pertalite juga sulit didapat.
"Sudah 2 hari ini antri isi BBM. Pertalite itu lebih parah, antrian berjam-jam," ujar salah seorang driver taksi online, Anggi kepada detikSumut, Sabtu (2/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mirisnya, antrean BBM bukan hanya di satu SPBU saja. Hampir seluruh SPBU di dalam kota Pekanbaru antre panjang.
Sebut saja SPBU di Jalan SM Amin, Jalan Soekarno-Hatta, Arifin Ahmad, Tuanku Tambusai dan Jenderal Sudirman. Selain itu, antrean juga terjadi di wilayah Kampar seperti Jalan Rimbo Panjang dan Kubang.
"Kita komunikasi sama teman-teman dari Kampar dan Pelalawan, memang di sana juga mereka kesulitan BBM. Padahal biasa solar saja, tapi kali ini Pertalite juga antri," kata Anggi.
Sulitnya mendapatkan BBM ternyata tidak hanya di SPBU saja. Bahkan di pedagang eceren juga sulit didapat dan banyak tidak ada stok.
Contohnya di Jalan Cipta Karya dan wilayah HR Soebrantas, tidak ada lagi pedagang yang jual BBM eceran. Semua stok habis, pedagang memilih menutup lapak sejak 2 hari terakhir.
Tak hanya itu saja, antrean juga terjadi saat ada pedagang eceran berjualan. Ini terlihat di sejumlah titik akibat antrean panjang dari semua SPBU dalam kota.
"Eceran pun memang banyak kosong. Tadi keliling cari enggak dapat, jadi pulang lagi," ungkap seorang pengendara dengan nada kesal, Feri.
Kekesalan itu disampaikan karena bahan bakar justru habis di hari libur. Di mana masyarakat jadi sulit beraktivitas karena tidak ada bahan bakar.
"Kesal kita, mau aktivitas tidak bisa karena BBM kosong. Kemana-mana keliling habis," katanya.
(ras/mjy)











































