BBM di Lingga Kepri Langka Usai Lebaran, Warga Ngeluh SPBU Sering Tutup

Kepulauan Riau

BBM di Lingga Kepri Langka Usai Lebaran, Warga Ngeluh SPBU Sering Tutup

Alamudin Hamapu - detikSumut
Jumat, 03 Apr 2026 16:32 WIB
Warga Kabupaten Lingga, Kepri, mengantri mengisi pertalite di pengecer. (Foto: Istimewa)
Foto: Warga Kabupaten Lingga, Kepri, mengantri mengisi pertalite di pengecer. (Foto: Istimewa)
Lingga -

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di wilayah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) usai Lebaran. Warga mengeluhkan SPBU yang tidak beroperasi selama beberapa hari, sementara harga BBM di tingkat pengecer melonjak.

Salah seorang warga, Asrul, mengatakan kondisi ini sudah terjadi sejak sebelum Lebaran dan kembali berulang setiap tahun setelah hari raya. Menurutnya, satu-satunya SPBU di wilayah tersebut kerap tutup, sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan BBM.

"SPBU tak buka dari sebelum Lebaran. Di pengecer juga langka, ada yang tutup. Kalaupun ada, biasanya dijual Rp 18 ribu sekarang dijual Rp 20 ribu per botol," kata Asrul, Jumat (4/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asrul mengaku heran lantaran di saat SPBU tidak beroperasi, BBM justru masih banyak ditemukan di tingkat pengecer. Kondisi ini dinilai merugikan masyarakat karena harga yang jauh lebih mahal.

ADVERTISEMENT

"Kami juga heran, SPBU satu-satunya sering tutup, tapi minyak di pengecer banyak. Kemarin banyak antri di pengecer," ujarnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, memastikan ketersediaan stok BBM untuk wilayah Kabupaten Lingga dalam kondisi aman dan tidak ada pengurangan alokasi.

Ia menjelaskan, kondisi di lapangan merupakan bagian dari dinamika operasional distribusi, khususnya terkait penyesuaian jadwal pengiriman ke wilayah tersebut.

"Penyesuaian waktu kedatangan pasokan menyebabkan penyaluran berlangsung secara bertahap, sehingga memengaruhi ketersediaan BBM di beberapa SPBU," kata Fahrougi.

Saat ini, pasokan BBM tengah dalam proses pengiriman dari Integrated Terminal (IT) Tanjung Uban dan diperkirakan tiba pada 4 April 2026.

"Suplai BBM yang dikirim terdiri dari Biosolar sekitar 200 kiloliter dan Pertalite sekitar 120 kiloliter, yang akan segera didistribusikan ke SPBU setempat setelah tiba," jelasnya.

Fahrougi, mengatakan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, terus melakukan koordinasi dan optimalisasi distribusi bersama pihak terkait guna memastikan kelancaran penyaluran energi di wilayah tersebut. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.

"Masyarakat diimbau untuk menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan, agar distribusi tetap merata," ujarnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads