Dua pelajar SMA hanyut saat tengah mandi-mandi bersama teman-teman sekolahnya di Sungai Bingei, Desa Namo Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat. Setelah pencarian, keduanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika memerinci kedua korban, yakni Andini Natasya (18) dan Rasha (18). Kejadian berawal saat kedua korban bersama rekan-rekannya awalnya tengah berenang di sungai itu sepulang sekolah pada Jumat (24/4) siang. Namun, arus sungai diduga cukup deras hingga membuat keduanya hanyut.
"Kedua korban terseret arus dan hanyut," kata Hery, Sabtu (25/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hery menyebut warga setempat yang mengetahui soal kejadian itu sempat berupaya mencari para korban, tetapi tak kunjung ditemukan. Alhasil, kejadian tersebut dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan.
Usai menerima laporan itu, tim SAR diturunkan ke lokasi untuk mencari para korban. Hery mengatakan jasad kedua korban baru ditemukan hari ini.
Jasad yang pertama kali ditemukan adalah korban Andini sekira pukul 02.45 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Korban pertama atas nama Andini Natasya ditemukan pada pukul 02.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak sekitar 20 meter dari lokasi kejadian," ujarnya.
Setelah itu, pencarian korban kedua pun dilanjutkan. Sekira pukul 13.15 WIB, tim SAR menemukan jasad remaja laki-laki itu sekitar 10 meter dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia.
Usai ditemukan, jasad kedua korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan. "Dengan ditemukannya kedua korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup," pungkasnya.
(astj/astj)











































