Basarnas Temukan Korban Kedua Banjir Bandang di Pasaman

Sumatera Barat

Basarnas Temukan Korban Kedua Banjir Bandang di Pasaman

Jeka Kampai - detikSumut
Jumat, 17 Apr 2026 17:31 WIB
Ilustrasi
Foto: Dok.Detikcom
Pasaman -

Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua banjir bandang yang terjadi beberapa hari lalu di Nagari Simpang Alahan Mati (Simpati), Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) siang tadi. Korban ditemukan pada radius 8 kilometer dari lokasi awal dinyatakan hanyut.

Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi mengatakan, korban yang ditemukan setelah proses pencarian panjang itu adalah Dewi Hayati (50). Sementara korban sebelumnya yang telah ditemukan adalah Meji. Dewi dan Meji terseret banjir bandang dalam perjalanan menuju Bukittinggi untuk menghadiri wisuda keluarga mereka di UIN Bukittinggi.

"Dapat kami laporkan update informasi untuk satu lagi yang jadi korban banjir di Simpati kemarin, korban telah ditemukan hari ini pada jarak sekitar 8 kilometer dari lokasi awal dengan medan yang cukup terjal dan berbahaya bagi keselamatan petugas. Namun Alhamdulillah berhasil dievakuasi," kata Randi kepada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut, evakuasi berlangsung sekitar 3,5 jam. Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas setempat untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

"Posisinya ditemukan di darat, sudah ada di karang-karang," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, banjir dilaporkan terjadi di Nagari Simpang Alahan Mati (Simpati), Pasaman. Dua orang yang sedang berada dalam mobil, hanyut terseret banjir.

Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi menyebut, salah satu korban adalah Meji Ardi (37), orang tua salah satu wisudawan di UIN Bukititnggi. Dia bermaksud hendak pergi ke kampus menyaksikan anaknya yang wisuda pada hari ini.

Namun, dalam perjalanan dari Pasaman menuju Bukittinggi pada Selasa (14/4/2026), kendaraan yang ditumpanginya dihantam banjir, yang menyebabkan korban terseret bersama satu orang lainnya lainnya bernama Dewi Hayati (50).

"Korban ini sebenarnya berbeda keluarga, Mereka dalah tetangga yang ingin pergi wisuda ke Bukittinggi," katanya.




(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads