Rohto Pharmaceutical Co melakukan survei terhadap wanita muda lajang di Jepang. Hasilnya mereka mengatakan keengganan untuk memiliki anak.
Dikutip detikHealth dari Mainichi, survei tersebut melibatkan 400 pria dan wanita lajang dengan usia 18 hingga 29 tahun. Hasilnya, hanya 37,4 persen responden mengatakan ingin memiliki anak, sedangkan 62,4 persen menjawab tidak.
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, pria yang tidak ingin punya anak naik 0,8 poin persentase dibanding tahun sebelumnya, menjadi 60,7 persen. Sementara pada wanita, angkanya melonjak 11,6 persen menjadi 64,7 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini menjadi kali pertama persentase wanita melebihi laki-laki. Ketika ditanya soal kekhawatiran memiliki dan membesarkan anak, alasan yang paling banyak muncul adalah beban finansia. Sebanyak 63,2 persen pria dan 71,7 persen wanita menyebut faktor ekonomi sebagai kekhawatiran utama.
Selain itu, gangguan terhadap perkembangan karier juga menjadi alasan kuat. Sebanyak 51,2 persen pria dan 61,4 persen wanita mengaku khawatir memiliki anak akan menghambat kemajuan karier mereka.
Temuan ini menunjukkan wanita masih merasakan tantangan lebih besar dalam menyeimbangkan pekerjaan dan pengasuhan anak.
Kekhawatiran yang Sama pada Wanita yang Sudah Menikah
Survei yang sama juga melibatkan 800 pria dan wanita yang sudah menikah berusia 25 hingga 44 tahun, yang ingin memiliki anak.
Hasilnya, 52 persen pria dan 64,1 persen wanita menyebut gangguan terhadap karier sebagai alasan cemas untuk punya anak dan membesarkannya.
Sementara itu, sebanyak 53,3 persen pria dan 66,8 persen wanita mengaku pernah mempertimbangkan pindah pekerjaan atau berganti posisi, demi bisa membesarkan anak.
Namun, sebagian besar orang yang memiliki masalah tersebut memilih untuk memendamnya sendiri. Sebanyak 43,8 persen pria dan 41,4 persen wanita menikah mengatakan mereka tidak berkonsultasi dengan siapa pun.
Setelah itu, jawaban terbanyak kedua adalah pasangan, yakni 41,7 persen pria dan 38,2 persen wanita. Hanya sekitar 4 persen responden yang mengaku berkonsultasi dengan atasan atau rekan kerja.
Dilema Karier dan Keluarga
Hasil survei ini menggambarkan masih besarnya dilema antara membangun keluarga dan mempertahankan karier di Jepang. Banyak anak muda merasa harus memilih salah satu, bukan menjalani keduanya secara seimbang.
Kondisi ini menjadi tantangan serius di tengah rendahnya angka kelahiran Jepang dan populasi yang terus menua.
Simak Video "Video: Faktor Meningkatnya Kasus Bunuh Diri "
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































