Kabar gembira untuk detikers! Kini detikers tak perlu lagi repot mengantre di fasilitas kesehatan hanya untuk mengecek risiko penyakit. BPJS Kesehatan telah menghadirkan layanan skrining riwayat kesehatan secara mandiri yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja.
Melalui fasilitas ini, masyarakat dapat mengidentifikasi berbagai potensi penyakit serius sejak dini, mulai dari diabetes melitus, tuberkulosis (TBC), anemia, hingga kanker. Layanan daring ini diwajibkan bagi peserta BPJS untuk diisi sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun.
Lantas, bagaimana caranya? Berikut detikSumut sajikan panduan lengkap skrining kesehatan BPJS Kesehatan secara online. Yuk, simak!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara Skrining via Aplikasi Mobile JKN
Aplikasi Mobile JKN merupakan instrumen paling praktis bagi pengguna ponsel. Berikut langkah-langkahnya:
- Unduh dan buka aplikasi Mobile JKN di Play Store atau App Store.
- Login menggunakan NIK atau nomor kartu JKN beserta kata sandi.
- Pada halaman utama, pilih menu "Lainnya", kemudian klik "Skrining Riwayat Kesehatan".
- Pilih nama peserta yang akan melakukan skrining.
- Klik "Mulai" dan jawab seluruh kuesioner dengan jujur terkait riwayat penyakit dan pola hidup.
- Setelah selesai, klik "Simpan". Hasil analisis akan langsung muncul secara real time di layar HP detikers.
Cara Skrining via Website Resmi
Bagi detikers yang lebih nyaman menggunakan komputer atau browser, akses bisa dilakukan melalui portal resmi:
- Akses tautan webskrining.bpjs-kesehatan.go.id.
- Masukkan NIK, tanggal lahir, dan kode Captcha, lalu klik "Cari Peserta".
- Klik "Setuju" pada halaman pernyataan persetujuan.
- Isi formulir data diri dan jawab seluruh pertanyaan kuesioner yang tersedia.
- Klik "Setuju" dan "Simpan" untuk melihat hasil evaluasi medis singkat detikers.
Manfaat Deteksi Dini Bagi Peserta
Transformasi digital ini bukan sekadar formalitas. Ada sejumlah manfaat strategis yang didapatkan peserta, di antaranya:
- Identifikasi Dini
Mampu mendeteksi risiko penyakit jantung koroner, hipertensi, hingga gangguan ginjal sebelum gejala fisik muncul. - Akurasi Diagnosa
Data skrining membantu dokter di Puskesmas atau klinik untuk menganalisis kondisi detikers secara lebih akurat. - Rekomendasi Otomatis
Jika hasil menunjukkan risiko sedang atau tinggi, sistem akan mengarahkan peserta untuk segera konsultasi ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). - Gratis
Seluruh rangkaian proses ini ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan tanpa biaya tambahan.
Apa yang Harus Disiapkan?
Sebelum memulai, pastikan status kepesertaan detikers aktif. Siapkan data pendukung seperti NIK, nomor HP aktif, serta informasi mengenai tinggi dan berat badan agar hasil analisis sistem lebih akurat.
Jika menemui kendala teknis dalam pengisian secara mandiri, peserta tetap bisa mendapatkan bantuan secara luring melalui petugas di Puskesmas atau klinik tempat peserta terdaftar.
Nah, itulah informasi tentang cara skrining kesehatan secara online. Pastikan detikers mengikuti setiap langkah-langkahnya untuk investasi jangka panjang agar kualitas hidup lebih baik. Yuk, skrining sekarang!
Simak Video "Video Catatan Dewas: 58,32 Juta Kepesertaan BPJS Tercatat Nonaktif"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)











































