Dinas Kesehatan Provinsi Sumut melakukan investigasi terkait kasus pengangkatan rahim pasien atas nama Mimi Maisyarah di RS Muhammadiyah Medan yang viral. Berdasarkan temuan awal, pihak Dinkes Sumut mencurigai ada pihak yang sengaja ingin mencoreng nama baik rumah sakit.
"Jadi kita mendapatkan informasi ini di berbagai lini massa pada tanggal 21 April 2026, maka kita per tanggal 22 April kita turun ke Rumah Sakit Muhammadiyah bersama dengan Satgas mutu yang kita miliki, dari Dinas Kesehatan Kota Medan, dari Persatuan Rumah Sakit wilayah Sumut, dan kita koordinasi dengan Ombudsman agar nanti ini bisa kita nilai bersama," kata Sekretaris Dinkes Sumut Hamid Rijal saat dihubungi, Kamis (23/4/2026).
Hamid menjelaskan jika pihaknya sudah mengantongi sejumlah informasi dari Rumah Sakit Muhammadiyah. Hari ini Dinkes Sumut dan Ombudsman bakal menemui pasien dan keluarga untuk mengkonfirmasi informasi terkait peristiwa ini.
"Sejauh ini satu hari kami turun di (Rumah Sakit) Muhammadiyah sudah ada beberapa informasi yang kami dapatkan, namun kami kira ini akan kami lengkap terlebih dahulu karena kita akan mintai keterangan hari ini dengan pasien atau keluarga pasien untuk mengkonfirmasi informasi-informasi yang kita dapatkan dari Rumah Sakit Muhammdiyah," jelasnya.
Rumah Sakit Haji Medan juga bakal dimintai keterangan untuk mendalami informasi dugaan malpraktik. Pasien disebut dirujuk ke Rumah Sakit Haji Medan.
"Rumah Sakit Haji juga akan kami mintai keterangan karena dalam informasi yang beredar di media tersebut bahwa Rumah Sakit Haji juga disebutkan sebagai terminal akhir layanan pada waktu adanya keluhan-keluhan dari pasien yang disebutkan dalam hal ini," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut Muhammad Faisal Hasrimy menilai ada masalah komunikasi antara petugas medis dan pasien. Hal itulah yang membuat kasus ini, kata dia, menjadi viral.
"Tim menilai adanya hambatan komunikasi (miss communication) dalam penyampaian informasi hasil tindakan pasca-operasi antara pihak medis dan keluarga, sehingga muncul persepsi ketidaktahuan pihak pasien terhadap prosedur yang telah dijalankan," kata Faisal.
Simak Video "Video: RS Muhammadiyah Sumatera Utara Bantah Angkat Rahim Pasien Tanpa Izin"
(astj/astj)