Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkap jumlah pasukan perdamaian yang dikirim negaranya ke Lebanon terus bertambah. Macron pun menyesali peristiwa tersebut.
Ia menyebut pasukan perdamaian yang tewas bernama Florian Montorio. Korban tewas setelah ada serangan di Lebanon bagian selatan.
Dilansir Aljazeera dan AFP, Macron menyebut korban sempat terluka saat serangan terjadi pada Sabtu (18/4) yang lalu. "Seorang penjaga perdamaian Prancis, yang terluka di Lebanon selatan pada hari Sabtu, telah meninggal dunia," kata Macron.
Penjaga perdamaian Prancis lainnya, yang diidentifikasi sebagai Florian Montorio, meninggal di tempat kejadian setelah serangan di desa Ghandouriyeh. Penilaian awal oleh UNIFIL menemukan insiden itu adalah "serangan yang disengaja" yang kemungkinan berasal dari aktor non-negara, diduga Hizbullah.
"Seorang tentara Prancis kedua meninggal pada hari Rabu akibat luka-lukanya yang diderita dalam penyergapan akhir pekan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon yang dituduhkan kepada Hizbullah," lanjut Macron.
Sebelumnya, pasukan perdamaian PBB UNIFIL kembali tewas di Lebanon. Kali ini, seorang tentara Prancis yang tergabung sebagai pasukan sementara perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (UNIFIL) di Lebanon tewas.
Dirangkum detikcom, dilansir AFP, CNN, dan Reuters, Minggu (19/4), selain satu orang tewas, tiga orang tentara lainnya juga dilaporkan terluka.
Tentara tersebut teridentifikasi sebagai Florian Montorio dari Resimen Insinyur Parasut ke-17. Pasukan tersebut mengatakan dua dari tiga tentara yang terluka mengalami luka serius.
Simak Video "Video: Macron Kutuk Serangan yang Tewaskan Tentara Prancis di Lebanon, RI Ikut Berduka"
(astj/astj)