Serangan di Lebanon, Pasukan Perdamaian Jadi Korban

Serangan di Lebanon, Pasukan Perdamaian Jadi Korban

Wilda Hayatun Nufus - detikSumut
Sabtu, 04 Apr 2026 13:29 WIB
Video: Detik-detik Rudal Israel Hantam Gedung di Lebanon
Detik-detik Rudal Israel Hantam Gedung di Lebanon (Foto: Reuters)
Jakarta -

Sebuah ledakan terjadi di Lebanon yang disinyalir dari pasukan Militer Israel. Pasukan perdamaian PBB (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) yang bertugas ikut menjadi korban ledakan tersebut.

Dilansir detikNews dari kantor berita AFP, Sabtu (4/4/2026), Kedutaan Besar AS di Lebanon, tempat kelompok militan Hizbullah yang didukung Teheran berperang dengan Israel, memperingatkan bahwa Iran dan kelompok-kelompok sekutunya dapat berupaya menargetkan universitas-universitas di negara tersebut.

Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada tanggal 2 Maret ketika Hizbullah meluncurkan roket ke Israel untuk membalas serangan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Israel telah merespons dengan serangan besar-besaran di seluruh Lebanon serta operasi darat di wilayah selatan negara itu. Otoritas Lebanon melaporkan 1.368 orang tewas dalam sebulan permusuhan.

ADVERTISEMENT

"Siang ini, sebuah ledakan terjadi di dalam posisi PBB... melukai tiga pasukan penjaga perdamaian, dua di antaranya luka serius. Mereka semua saat ini sedang dievakuasi ke rumah sakit. Kami belum mengetahui asal ledakan tersebut," kata juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel.

Pasukan Sementara PBB di Lebanon ditempatkan di wilayah selatan negara itu, dekat perbatasan.

Militer Israel melakukan serangan baru di Beirut selatan, dengan mengatakan bahwa mereka menyerang "infrastruktur teror" setelah mengeluarkan perintah evakuasi untuk daerah tersebut, benteng Hizbullah yang sebagian besar telah kosong dari penduduk di tengah serangan berulang dan peringatan evakuasi.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads