Sumatera Barat

Bayi 14 Bulan Meninggal di RSUP M Djamil, Diduga Akibat Pelayanan Buruk

Jeka Kampai - detikSumut
Rabu, 22 Apr 2026 20:17 WIB
Foto: Ilustrasi. (iStock)
Padang -

Seorang bayi berusia 14 bulan, berinisial AHF, meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sumatera Barat (Sumbar), saat menjalani proses pengobatan luka bakar yang dialaminya. Kasus tersebut kini viral di media sosial.

Pihak keluarga berencana mengajukan gugatan hukum, karena menilai ada kesalahan penanganan dan juga buruknya pelayanan dari pihak rumah sakit.

"Kami tidak bisa menerima perlakuan seperti ini. Kami ingin ada sanksi baik pidana maupun perdata terhadap orang-orang yang telah melakukan kesalahan. Nah, kami tentu bukan pihak yang berwenang untuk itu, maka kami akan mengirimkan surat (laporan) kepada semua pihak terkait dan berwenang," kata orang tua AHF, Doris Flantika kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).

Doris menceritakan, bermula saat bayinya terkena air panas pada 26 Maret 2026 silam. Keluarga lalu membawanya ke IGD Rumah Sakit Hermina untuk mendapatkan penanganan pertama.

Namun pihak rumah sakit menyampaikan bahwa untuk penanganan lebih lanjut AHF harus dirujuk ke RSUP M Djamil.

"Kami sempat menolak dan meminta opsi rumah sakit lain di luar M Djamil. Namun kata petugas di Hermina, tidak bisa karena Alceo butuh Operasi Debridement (pembersihan luka). Tingkat lukanya Grade 2A dengan luas 23 persen dan AHF masih bayi, jadi setelah tindakan operasi AHF harus dimasukkan ke ruangan PICU Infeksius. Karena ini tergolong luka terbuka, maka AHF yang masih bayi, harus diletakkan di ruangan PICU Infeksius ini. Dan, PICU Infeksius dan dokter bedah plastik yang bagus itu hanya ada di M Djamil," katanya.

PICU atau Pediatric Intensive Care Unit adalah unit perawatan intensif khusus untuk bayi yang mengalami kondisi medis kritis.

Dengan berat hati, keduanya terpaksa membawa anaknya ke rumah sakit pemerintah tersebut.

"Saya pikir AHF akan dapat penanganan yang lebih cepat. Tapi ternyata sampai di M Djamil kami terlantar lama pula di IGD. Salah seorang dokter yang ditanya di sana menjawab dengan nada kasar saat ditanya kapan akan dapat penanganan," cerita ibu bayi Nuri Khairima.

Tindakan operasi sirkumsisi dan debridement baru dilakukan pada Jumat (27/4/2026) malam antara pukul 21.00 WIB hingga 23.00 WIB. Kemudian pada Sabtu dinihari AHF dibawa ke HCU bedah.



Simak Video "Gulai Kerapu & Sayur Tauco Kok di Nasi Padang?"


(mjy/mjy)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork