Cuaca tak menentu sedang melanda Medan akhir-akhir ini. Dokter mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap radang tenggorokan akibat pengaruh cuaca tersebut.
Dokter spesialis THT, dr. Muhammad Edy Syahputra menjelaskan bahwa cuaca bisa sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh. Udara dingin dan kering dapat menyebabkan tenggorokan mudah iritasi.
"Cuaca sangat berpengaruh. Perubahan cuaca yang ekstrem, seperti dari panas ke hujan atau udara dingin, dapat membuat daya tahan tubuh, terutama daya tahan saluran napas menurun. Udara dingin dan kering bisa menyebabkan tenggorokan menjadi lebih mudah iritasi, sehingga rentan terjadi peradangan atau infeksi," ujarnya saat diwawancarai detikSumut, Selasa (21/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya saat cuaca panas, masyarakat sering mengonsumsi minuman yang dingin. dr Edy mengingatkan bahwa meskipun radang tenggorokan biasanya dipicu oleh infeksi virus dan bakteri, minuman manis dan dingin dapat memperparah kondisi pada tenggorokan sehingga memicu iritasi.
"Radang tenggorokan paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Minuman manis dan dingin bukan penyebab utama, tetapi bisa memicu iritasi pada tenggorokan atau memperparah kondisi yang sudah ada," jelasnya.
dr. Edy juga menyebut bahwa konsumsi gula secara berlebih dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan peradangan. Hal ini karena darah menjadi lebih asam sehingga lebih mudah terinfeksi.
"Selain itu, konsumsi gula berlebih dapat menurunkan daya tahan tubuh dengan meningkatkan peradangan di tubuh dan membuat suasana darah menjadi lebih asam sehingga memperberat radang dan mempermudah proses infeksi. Gula darah yang berlebihan merupakan "makanan" yang baik bagi kuman," lanjutnya.
dr. Edy memberikan beberapa tips mencegah radang tenggorokan seperti memperbanyak konsumsi air putih, istirahat yang cukup dan menghindari paparan asap rokok dan polusi, hingga mencuci tangan dengan benar agar terhindar dari virus dan bakteri.
"Perbanyak minum air putih agar tenggorokan tetap bersih dan lembap, kurangi konsumsi minuman terlalu dingin dan manis, gunakan masker saat udara berdebu, jaga daya tahan tubuh dengan makan bergizi, istirahat cukup, olahraga, dan berjemur, hindari paparan asap rokok dan polusi, dan cuci tangan secara rutin untuk mencegah infeksi," tutupnya.
Artikel ini ditulis oleh Rindi Antika peserta program Maganghub Kemnaker di detikcom
(nkm/nkm)











































