Warga Demo soal Bantuan Banjir di Kantor Bupati Langkat, Pagar Roboh

Warga Demo soal Bantuan Banjir di Kantor Bupati Langkat, Pagar Roboh

Nizar Aldi - detikSumut
Senin, 20 Apr 2026 18:17 WIB
Warga Demo soal Bantuan Banjir di Kantor Bupati Langkat, Pagar Roboh
Foto: Warga merobohkan pagar Kantor Bupati Langkat saat demo soal bantuan banjir. (dok. Tangkapan layar)
Langkat -

Warga Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), melakukan demonstrasi di Kantor Bupati Langkat menuntut soal bantuan banjir tidak merata. Warga yang emosi merobohkan pagar Kantor Bupati Langkat.

Dalam video yang dilihat, Senin (20/4/2026), terlihat warga mendorong pagar yang dijaga anggota Satpol PP. Namun warga berhasil merobohkan pagar Kantor Bupati Langkat tersebut.

"Warga Besitang robohkan pagar Kantor Bupati Langkat, protes bantuan banjir tidak merata," demikian tertulis dalam unggahan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris Daerah (Sekda) Langkat, Amril, mengatakan jika warga demo terkait bantuan dari Kementerian Sosial. Seperti bantuan jatah hidup, stimulan ekonomi, dan bantuan isi rumah.

"Masyarakat kita demo terkait bantuan-bantuan pascabanjir, mereka merasa berhak untuk mendapatkan, mereka kan merasa hari ini ada bantuan dari Kementerian Sosial terkait jatah hidup, terus ada juga bantuan stimulan ekonomi, ada juga bantuan uang untuk isi hunian, hari ini itu yang ada disalurkan oleh Kementerian Sosial melalui Kantor Pos," kata Amril saat dihubungi, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

Amril menjelaskan jika Pemkab Langkat hanya pernah diminta membuat data soal kerusakan rumah untuk mendapat bantuan dan tidak pernah mengirim data soal 3 bantuan dari Kementerian Sosial ini. Amril menduga data yang dipakai Kementerian Sosial saat ini adalah data kerusakan rumah yang mereka kirim ke Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Pulau Sumatera.

"Kami lihat kalau itu data rumah-rumah yang rusak, kami kan sudah pernah mendata rumah rusak ringan, sedang, dan berat, kita sudah ada datanya dan sudah kita SK kan dan kirim ke pemerintah pusat, sepertinya data itu juga dipakai Kementerian Sosial untuk menyalurkan 3 hal tadi," jelasnya.

"Kita belum mendapatkan perintah untuk data seperti yang dituntutkan masyarakat, karena kita nggak ada data lain yang kita kirim (selain data kerusakan rumah)," imbuhnya.

Sehingga warga merasa dinilai layak mendapatkan 3 jenis bantuan dari Kementerian Sosial itu melakukan demonstrasi. Pihaknya bakal mengkaji cara agar warga yang demo mendapatkan bantuan tersebut.

"Jadi hari ini masyarakat merasa memang mereka rumahnya tidak rusak, cuma kan terkait 3 hal ini mereka terdampak, jadi itulah mereka minta keadilan terkait itu, kita Pemerintah Kabupaten Langkat pasti berpihak kepada masyarakat, kita akan lihat celahnya mana yang bisa mengakomodir itu," ujarnya.

Bupati Langkat Syah Afandin menyebutkan jika ia belum mengetahui detail tuntunan. Syah Afandin yang baru tiba di Bandara Kualanamu mengaku langsung menuju Kantor Bupati Langkat untuk menemui warga sore ini.

"Saya baru nyampe bandara dari Jakarta, ini mau langsung ke Kantor Bupati untuk menemui masyarakat," sebut Syah Afandin.

Untuk diketahui, Kabupaten Langkat menjadi salah satu yang terdampak bencana pada November 2025. Sejumlah wilayah di Langkat diterjang banjir hingga menimbulkan korban jiwa.




(niz/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads