Pelecehan Seksual Bukan Hanya Kontak Fisik, Ini Jenis-Jenisnya

Pelecehan Seksual Bukan Hanya Kontak Fisik, Ini Jenis-Jenisnya

Eme Arapenta Tarigan - detikSumut
Sabtu, 18 Apr 2026 06:01 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang
Medan -

Terungkapnya kasus pelecehan seksual yang dilakukan 16 orang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) melalui grup chat mengundang berbagai respons dari masyarakat Indonesia.

Pasalnya masih banyak masyarakat yang menganggap pelecehan seksual hanya terjadi jika ada sentuhan fisik atau pemaksaan secara seksual. Dikutip dari Univeristas Negeri Surabaya, terdapat banyak jenis-jenis pelecehan seksual selain kontak fisik. Berikut penjelasannya dirangkum detikSumut.

Pelecehan Seksual Non Fisik (Verbal)

Ini adalah bentuk pelecehan yang paling sering dijumpai di kehidupan sehari-hari baik di kehidupan nyata ataupun dunia maya. Pelecehan verbal adalah bentuk pelecehan yang menggunakan kata-kata, komentar, atau ucapan yang bersifat seksual ataupun merendahkan. Pelecehan verbal sering dibalut dengan alasan bercanda, sehingga sudah mulai dinormalisasi oleh banyak orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Contoh pelecehan seksual verbal adalah mengomentari tentang tubuh orang, ucapan bernada seksual, candaan cabul, hingga ejekan yang bersifat seksual. Meskipun tidak melibatkan kontak fisik, pelecehan verbal dapat sangat merusak mental dan rasa percaya diri korban.

Pelecehan Seksual Fisik

Pelecehan seksual fisik adalah bentuk pelecehan yang melibatkan sentuhan atau kontak tubuh yang tidak diinginkan oleh korban. Bentuk ini mencakup tindakan seperti menyentuh, meraba, mencium, atau bahkan tindakan lebih ekstrem seperti percobaan pemerkosaan. Tindakan ini sering kali dilakukan oleh pelaku dengan memanfaatkan posisi kekuasaan atau kelemahan korban.

ADVERTISEMENT

Pelecehan fisik bisa terjadi di lingkungan mana saja, termasuk sekolah, tempat kerja, transportasi umum, atau bahkan dalam lingkup keluarga. Banyak korban pelecehan fisik memilih untuk diam karena takut akan stigma atau ancaman dari pelaku.

Pelecehan Seksual Non Verbal

Pelecehan seksual non-verbal adalah bentuk pelecehan yang dilakukan melalui isyarat, ekspresi wajah, atau tindakan tertentu yang bersifat seksual. Contoh dari pelecehan ini adalah tatapan yang tidak pantas, gerakan tubuh menjurus seksual, atau menunjukkan gambar dan konten pornografi tanpa persetujuan.

Meskipun tidak melibatkan kata-kata atau sentuhan, pelecehan non-verbal bisa sangat mengganggu dan meresahkan korban. Tindakan ini sering kali dianggap "sepele" oleh sebagian orang, padahal dampaknya bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman dan ketakutan.

Pelecehan Seksual di Dunia Maya

Di era serba digital, pelecehan seksual juga dapat terjadi di dunia maya atau biasa juga disebut sebagai cyber harassment. Bentuk pelecehan ini meliputi mengirim pesan tidak senonoh seperti mengirim pesan, foto/video vulgar tanpa persetujuan penerima, memberikan komentar cabul di kolom komentar, menyebarkan konten intim milik orang lain dengan tujuan mempermalukan.

Dampak pelecehan seksual di dunia maya sangat merugikan, mulai dari perasaan malu, kecemasan, hingga trauma berkepanjangan bagi korban.

Pelecehan Seksual Psikologis

Pelecehan seksual psikologis adalah bentuk pelecehan yang berdampak pada mental dan emosional korban melalui intimidasi atau manipulasi seksual. Contohnya termasuk ancaman untuk melakukan tindakan seksual, memaksa korban untuk memenuhi permintaan yang bersifat seksual, atau menggunakan tekanan psikologis untuk mendominasi korban.

Tindakan ini sering dilakukan oleh pihak yang memiliki kontrol atau kekuasaan lebih, seperti atasan, pengajar, atau individu dengan kedekatan emosional tertentu. Dampak dari pelecehan psikologis ini sangat merusak karena korban sering kali merasa terjebak dan tidak memiliki pilihan untuk melawan.

Nah, itulah pembahasan mengenai jenis-jenis pelecehan seksual yang penting untuk kita ketahui, meskipun seringkali dibalut dengan alasan bercanda pelecehan seksual dapat memberikan dampak yang serius bagi korban. Semoga bermanfaat ya detikers!

Artikel ini ditulis oleh Eme Arapenta Tarigan, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads