Banjir melanda kawasan Nagari Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Dua orang yang sedang berada dalam mobil, hanyut terseret banjir. Hingga Rabu petang, baru satu yang ditemukan. Satu lainnya masih dalam pencarian.
Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi menyebut, salah satu korban adalah Meji Ardi (37 tahun), orang tua salah satu wisudawan di UIN Bukititnggi. Dia bermaksud hendak pergi ke kampus menyaksikan anaknya yang wisuda pada hari ini.
Namun, dalam perjalanan dari Pasaman menuju Bukittinggi pada Selasa (14/4/2026), kendaraan yang ditumpanginya dihantam banjir, yang menyebabkan korban terseret bersama satu orang lainnya lainnya bernama Dewi Hayati (50 tahun).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban ini sebenarnya berbeda keluarga, Mereka adalah tetangga yang ingin pergi wisuda ke Bukittinggi," katanya.
Jasad Meji Ardi berhasil ditemukan tim SAR menjelang tengah malam tadi, sementara Dewi Hayati masih terus dicari.
"Saat ini kami fokus pada pencarian satu korban lagi yang masih belum temukan. Kita melakukan pencarian dengan beberapa metode, baik menggunakan perahu kemudian serta penyisiran di kiri dan kanan sungai namun sampai saat ini laporan perkembangan dari lapangan korban juga masih belum ditemukan," jelasnya.
Tim SAR akan melanjutkan pencarian hingga seluruh korban ditemukan.
Selain menyebabkan dua korban, banjir di Pasaman juga merusak sejumlah fasilitas umum. Jumlah kerugian masih dalam pendataan.
(nkm/nkm)











































