Bertaruh Nyawa, Siswa SMP di Medan Seberangi Pipa Demi Pergi Sekolah

Bertaruh Nyawa, Siswa SMP di Medan Seberangi Pipa Demi Pergi Sekolah

Finta Rahyuni - detikSumut
Rabu, 15 Apr 2026 17:01 WIB
Anak SMP saat melewati pipa seusai pulang sekolah. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Foto: Anak SMP saat melewati pipa seusai pulang sekolah. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Sejumlah siswi SMP nekat melewati pipa air yang berada di atas Sungai Deli, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), demi bisa sampai ke sekolah mereka. Para siswi ini terpaksa melewati pipa itu karena tidak ada lagi jembatan di lokasi tersebut.

Pantauan detikSumut, Rabu (15/4/2026), ada sejumlah anak SMP yang melintasi pipa itu. Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan. Anak-anak tersebut baru saja pulang sekolah dan masih mengenakan seragam.

Perlahan-lahan, kaki siswa-siswa tersebut melewati pipa PDAM itu. Di bawah mereka mengalir sungai besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dulunya di lokasi itu ada jembatan yang menghubungkan Gang Perbatasan, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun dengan Kecamatan Medan Polonia. Jembatan itu lah yang menjadi akses penyebrangan anak sekolah. Namun, kini jembatan yang merupakan bekas rel kereta api itu sudah tak tersisa.

ADVERTISEMENT

Mita, seorang siswi kelas 7 di SMPN 34 Medan mengaku terpaksa melewati jembatan itu agar akses menuju sekolah lebih dekat. Sekolahnya berada di Gang Perbatasan, sedangkan rumahnya di Kecamatan Medan Polonia itu.

Jika tidak melewati jembatan tersebut, dia harus memutar lebih jauh agar bisa sampai di sekolah.

"Kalau naik motor sekitar 6 menitan ke rumah, tapi kalau jalan jauh, harus mutar, dari sini lebih dekat," kata Mita saat diwawancarai di lokasi.

Mita menyebut dirinya bisa saja pulang atau pergi ke sekolah dengan angkot menggunakan uang jajan yang disisihkannya. Namun, angkot tersebut tidak bisa menjangkau hingga ke rumahnya, sehingga Mita harus berjalan cukup jauh lagi.

Dia juga mengaku tidak ada rasa takut saat melintasi pipa tersebut, meski di bawah pipa itu ada sungai.

"Nggak takut, karena sudah terbiasa," sebutnya.

Siswa kelas 7 yang juga bersekolah di SMPN 34, Pramudya mengatakan bahwa dirinya biasanya hanya melewati pipa tersebut saat pulang sekolah. Uang ongkos yang diberikan orang tuanya disimpannya agar lebih hemat.

Dia juga mengaku tidak ketakutan saat melintasi pipa tersebut karena sudah terbiasa sejak pertama kali masuk SMP.

"Sejak pertama sekolah lewat sini, nggak ada ketakutan," ujarnya.

Lestari, Kepling 21 Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, mengatakan anak-anak tersebut memang sudah sering melintasi pipa itu saat akan pergi dan pulang sekolah. Tak hanya pelajar, warga sekitar juga melakukan hal yang sama.

"Cuman ada beberapa murid, nggak semuanya, beberapa murid yang nekat untuk melintasi jalan ini," kata Lestari.

Dia mengatakan anak-anak tersebut sudah beberapa kali diimbau untuk tidak melintasi pipa itu karena sangat berbahaya. Namun, mereka tetap nekat karena lebih dekat menuju sekolahnya.

"Sudah dipasang garis kok supaya jangan dilewati, sudah diimbau. Cuman ya karena kan kalau ke sana itu mutar ya, inilah jalan lintas yang cepat," kata Lestari.

Lestari menyebut bahwa dulunya ada jembatan bekas rel kereta api tepat berada di sebelah pipa itu. Selama ini, akses tersebutlah yang dimanfaatkan oleh anak sekolah dan warga sekitar.

Namun, beberapa tahun terakhir, jembatan itu rusak dan kini sudah tidak ada lagi. Lestari mengatakan jembatan itu dulunya juga sempat ditinjai oleh Bobby Nasution saat menjadi Wali Kota Medan. Dia pun berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk mengatasi hal itu.

"Harapannya masyarakat sini ya jembatannya dipasang kembali, diperbaiki ya karena itu akses yang utama untuk warga Polonia dan Kampung Baru," pungkasnya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Polisi Diserang Warga Saat Gerebek Bandar Narkoba di Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads