Dalam pelaksanaan salat lima waktu, ada perbedaan cara membaca bacaan antara satu waktu dengan lainnya. Salah satunya terlihat pada salat Zuhur dan Asar, di mana imam tidak mengeraskan bacaan seperti pada salat Magrib, Isya, dan Subuh.
Hal ini kerap menimbulkan pertanyaan di kalangan umat muslim. Lantas, apa sebenarnya alasan di balik tidak dikeraskannya bacaan pada salat Zuhur dan Asar? Berikut penjelasan yang perlu diketahui.
Dikutip detikHikmah dari buku Sifat Ash Shalah An Nabi karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani terjemahan Rohidin Wakhid, membaca surah Al Fatihah dan lainnya dengan bersuara atau keras disebut jahr.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab Imam Salah Zuhur dan Asar Tak Bersuara
Terdapat dua alasan mengapa imam salat Zuhur dan Asar tidak bersuara ketika membaca surah Al Fatihah dan surah lainnya pada dua rakaat pertama.
1. Mengikuti Cara Salat Nabi Muhammad SAW
Merujuk pada sumber yang sama, imam salat Zuhur dan Asar tidak bersuara ketika membaca surah Al Fatihah dan surah lainnya pada dua rakaat pertama karena mengikuti cara salat Rasulullah SAW untuk memelankan suara. Istilah memelankan suara ini disebut sirr.
Nabi Muhammad SAW mencontohkan muslim untuk melirihkan suara bacaan ketika rakaat terakhir salat Magrib dan rakaat ketiga serta keempat pada salat Isya. Sementara itu, terkait pembacaan surah pelan atau tidak bersuara saat salat Zuhur dan Asar merujuk pada ijma ulama yang didasarkan dari hadits serta atsar yang ada.
Abu Ma'mar Abdullah bin Sakhbarah bertanya kepada sahabatnya Khabbab ibnul Arts, dia berkata:
"Kami bertanya kepada Khabbab, 'Apakah Nabi Muhammad SAW membaca dalam salat Zuhur dan Asar?' Dia menjawab, 'Benar.' Kami bertanya lagi, 'Dengan apa kalian mengetahui hal itu?' Dia menjawab, 'Dengan gerakan jenggotnya'." (HR Bukhari)
Selain itu, Rasulullah SAW dalam hadits lainnya meminta umat Islam untuk salat sebagaimana beliau melakukan salat. Nabi SAW bersabda:
"Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat." (HR Bukhari dan Ad Darimi)
2. Siang Jadi Waktu Sibuk Sehingga Sulit Fokus Bermunajat
Alasan lainnya imam salat Zuhur dan Asar tidak bersuara karena siang menjadi waktu manusia melakukan kesibukannya, sehingga sulit untuk fokus bermunajat. Karenanya, imam salat Zuhur dan Asar disyariatkan untuk tidak bersuara atau dipelankan seperti dijelaskan oleh Abu Bakr ad-Dimyathi melalui kitab I'anah ath-Thalibin 'ala Hall Alfazh Fath al-Mu'in yang dikutip dari buku 140 Permasalahan Fiqih Seputar Membaca Al-Qur'an oleh Cece Abduwaly.
Lain halnya dengan malam hari serta sebelum fajar terbit karena sunyi sehingga cocok untuk menyendiri dan bermunajat kepada Allah SWT. Pada malam hari, bacaan salat dianjurkan untuk dikeraskan agar muslim bisa merasakan nikmatnya bermunajat kepada Sang Khalik.
Kenapa Imam Hanya Mengeraskan Bacaan pada Dua Rakaat Pertama?
Muncul juga pertanyaan mengapa imam salat hanya disyariatkan mengeraskan bacaan pada dua rakaat pertama? Alasan di balik hal ini karena semangat seseorang ketika salat berada pada dua rakaat pertama itu.
Kemudian, diterangkan juga dalam buku Hikmah at-Tasyri' wa Falsafatuhu oleh Syaikh Ahmad Al Jarjawi terjemahan Faisal Saleh, membaca surah Al Fatihah ketika salat sama halnya dengan memuji serta bersyukur kepada Allah SWT sekaligus mengagungkan-Nya.
Imam menyaringkan bacaan pada malam hari karena suasananya hening dan tenang. Lain halnya dengan siang hari yang penuh kebisingan.











































