TWS Lebih Berbahaya dari Earphone? Begini Penjelasan Dokter

TWS Lebih Berbahaya dari Earphone? Begini Penjelasan Dokter

Rindi Antika - detikSumut
Rabu, 15 Apr 2026 09:17 WIB
Ilustrasi TWS
Foto: Ilustrasi TWS (Dok. Gemini AI)
Medan -

True Wireless Stereo (TWS) biasanya lebih dipilih karena dianggap lebih praktis daripada earphone yang memiliki kabel. Namun belakangan, banyak orang kembali menggunakan earphone kabel karena efeknya untuk kesehatan dianggap lebih kecil, ini penjelasan dokter.

Beberapa orang di media sosial beberapa waktu lalu cukup ramai karena narasi yang mengajak kembali menggunakan earphone kabel, karena TWS yang menggunakan bluetooth dianggap memberikan radiasi yang lebih berbahaya. Spesialis THT, dr. Muhammad Edi Syahputra mengungkapkan bahwa hal tersebut secara medis tidak sepenuhnya benar.

"Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa earphone Bluetooth lebih berbahaya dibandingkan dengan yang menggunakan kabel. Namun, secara medis hal ini tidak sepenuhnya benar," ujarnya saat diwawancarai detikSumut, Selasa (14/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa perangkat yang menggunakan bluetooth lebih berbahaya daripada yang menggunakan kabel. Karena resiko terhadap penggunaan nya bergantung pada volume dan lama perangkat tersebut digunakan

"Belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa earphone Bluetooth lebih berbahaya dibandingkan earphone kabel. Risiko utama bukan pada jenisnya, tetapi pada volume suara dan lamanya penggunaan. Baik earphone kabel maupun Bluetooth tetap berpotensi menimbulkan gangguan jika digunakan dengan cara yang tidak aman," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

dr. Edy menjelaskan bahwa penggunaan earphone dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kesehatan telinga, terutama jika digunakan dengan volume tinggi dan durasi yang lama. Hal ini disebabkan karena paparan suara berintensitas tinggi dapat berdampak negatif terhadap koklea.

"Penggunaan earphone dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan telinga, terutama jika digunakan dengan volume tinggi dan durasi lama. Paparan suara dengan intensitas tinggi secara terus-menerus dapat merusak sel rambut halus di dalam koklea (rumah siput), yang berperan penting dalam proses pendengaran," jelasnya.

dr. Edy juga mengingatkan kerusakan ini dapat bersifat permanen dan menyebabkan gangguan terhadap pendengaran. Selain itu, terdapat efek lain seperti infeksi pada telinga jika tidak memperhatikan kebersihan pada earphone yang digunakan.

"Kerusakan ini bisa bersifat permanen dan dapat menyebabkan gangguan pendengaran bertahap. Selain itu, penggunaan earphone yang terlalu lama juga dapat memicu keluhan lain seperti telinga berdenging (tinnitus), rasa penuh di telinga, hingga infeksi akibat kebersihan yang kurang terjaga," tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh Rindi Antika peserta program Maganghub Kemnaker di detikcom.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads