Viral video seorang penumpang menahan pintu Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh di Stasiun Padalarang. Ini Respons KCIC.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan tindakan yang dilakukan penumpang itu tidak bisa dibenarkan dalam situasi apa pun. Menurutnya, penumpang tersebut menahan pintu yang sudah mulai tertutup karena menyadari barang miliknya masih tertinggal di peron.
Akibat tindakan itu, sensor pada sistem otomatis pintu kereta terganggu. Dampaknya, keberangkatan Whoosh mengalami keterlambatan dari jadwal semula pukul 07.23 WIB menjadi pukul 07.25 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengecam tindakan penumpang yang menahan pintu kereta, karena selain melanggar aturan, tindakan tersebut juga sangat berpotensi merusak sarana serta berdampak merugikan ratusan penumpang lain akibat keterlambatan keberangkatan," ujar Eva dalam keterangan tertulis, dilansir detikFinance, Jumat (10/4/2026).
Eva menjelaskan bahwa setiap rangkaian Whoosh telah dilengkapi sistem pintu otomatis yang menjadi bagian penting dari aspek keselamatan perjalanan. Jika pintu ditahan secara paksa, sistem penutupan otomatis tidak dapat bekerja dengan normal dan berisiko menimbulkan kerusakan dalam jangka panjang.
KCIC sendiri telah menyiapkan petugas baik di peron maupun di dalam kereta guna memastikan seluruh penumpang sudah berada di dalam dengan aman sebelum pintu ditutup. Oleh karena itu, penumpang diminta untuk selalu mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap penumpang wajib memastikan barang bawaannya sebelum naik ke kereta, karena seluruh barang menjadi tanggung jawab pribadi. Jika ada barang tertinggal, penumpang dapat melapor kepada petugas untuk ditangani melalui layanan Lost and Found milik KCIC.
Eva memastikan penumpang yang terlibat dalam kejadian tersebut telah diberikan teguran agar tidak mengulangi perbuatannya.
"KCIC berharap seluruh penumpang dapat mengikuti aturan dan arahan petugas serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, mengganggu operasional, maupun merusak sarana Whoosh." jelas Eva.
