Sleepmaxxing Jadi Tren, Psikolog Ingatkan Risiko Obsesi

Sleepmaxxing Jadi Tren, Psikolog Ingatkan Risiko Obsesi

Siti Asyaroh - detikSumut
Kamis, 09 Apr 2026 10:31 WIB
Seorang pria tertidur dan bermimpi.
Ilustrasi tidur (Foto: Andrea Piacquadio/Pexels)
Medan -

Belakangan viral di media sosial tren sleepmaxxing, yang bertujuan memaksimalkan kualitas tidur setiap malam. Tren ini dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari mengatur kamar tidur, kebiasaan sebelum tidur, hingga penggunaan produk tertentu.

"Beberapa cara dari sleepmaxxing ini misalnya mengatur pencahayaan di kamar, mengatur suhu ruangan di kamar, dan menjauhkan gawai sebelum tidur," ucap psikolog, Dewi Puspita Sari, Rabu (8/4/2026).

Dewi menyebut sleepmaxxing juga menjadi cara individu menjadi disiplin dan memiliki manajemen waktu yang baik untuk tidur. Dewi menambahkan, peningkatan kualitas tidur bisa berdampak pada kualitas performa belajar dan kerja yang maksimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara praktik dan teknik, tren ini positif, sebab melalui tidur yang cukup, individu bisa menjadi lebih bersemangat dan fokus dalam beraktivitas, juga bisa menjadi salah satu terapi pola stres yang baik," kata dia.

Kendati begitu, Dewi mengingatkan bahwa sleepmaxxing juga dapat memicu misinformasi seputar tidur yang cukup. Sleepmaxxing menurut Dewi, berpotensi menimbulkan obsesi sama kondisi ideal tidur.

ADVERTISEMENT

"Kalau kita terobsesi akan tren ini, maka akan menimbulkan tekanan stres untuk melakukannya teratur, jika tidak terpenuhi, maka mungkin akan menimbulkan rasa tidak nyaman," ungkapnya.

Artikel ini ditulis Siti Asyaroh, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads