Harga Plastik di Batam Naik hingga 30 Persen, Disperindag: Dampak Global

Kepulauan Riau

Harga Plastik di Batam Naik hingga 30 Persen, Disperindag: Dampak Global

Alamudin Hamapu - detikSumut
Selasa, 07 Apr 2026 12:39 WIB
Ilustrasi Plastik
Ilustrasi plastik (Foto: Getty Images/iStockphoto/Atstock Productions)
Batam -

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam mencatat kenaikan harga plastik di pasaran mencapai sekitar 30 persen. Kenaikan ini dipicu faktor global, terutama meningkatnya harga minyak dunia sebagai bahan baku utama produksi plastik.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Batam, Wahyu Daryatin, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung di lapangan terkait lonjakan harga tersebut.

"Kalau terkait plastik itu dampaknya global. Karena bahan bakunya dari minyak, jadi ketika harga minyak dunia naik, plastik ikut terdampak," kata Wahyu, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wahyu menyebutkan kenaikan harga tidak merata untuk semua jenis plastik karena sangat beragam, mulai dari kemasan hingga kebutuhan industri lainnya. Namun, secara umum kenaikan berkisar di angka 30 persen.

"Untuk di Batam, sementara yang kami pantau sekitar 30 persen kenaikannya. Tapi ini belum final karena masih fluktuatif," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Kenaikan harga paling terasa pada plastik kemasan yang digunakan dalam kebutuhan sehari-hari, termasuk kemasan bahan pangan seperti beras. Di tingkat ritel, kenaikan harga disebut bisa lebih tinggi dibandingkan di tingkat distributor.

Lanjutnya, meski harga mengalami kenaikan, Wahyu memastikan stok plastik di Batam masih dalam kondisi aman. Namun, pedagang mulai melakukan antisipasi terhadap potensi kenaikan harga lanjutan.

"Stok masih oke. Hanya pedagang mengantisipasi saat mereka harus membeli kembali dengan harga yang mungkin lebih tinggi," ujarnya.

Selain plastik, Disperindag juga menyoroti kondisi pasokan minyak goreng di Batam yang mulai mengalami tekanan. Menurut Wahyu, kondisi ini juga dipengaruhi kebijakan pemerintah pusat terkait distribusi dan kewajiban pemenuhan pasar domestik.

"Untuk minyak goreng, secara umum kebutuhan Batam masih terpenuhi. Tapi memang ada sedikit penurunan stok di lapangan," katanya.

Ia menjelaskan Batam mendapatkan pasokan dari sejumlah produsen, baik lokal maupun dari luar daerah seperti Medan, Pekanbaru, dan Jakarta.

Meski stok dinilai masih aman dalam waktu dekat, harga minyak goreng premium di pasaran saat ini bervariasi karena tidak memiliki harga eceran tertinggi (HET).

"Harga minyak premium saat ini di kisaran Rp35 ribu sampai Rp45 ribu per liter. Itu tergantung pasar karena tidak diatur HET," ujarnya.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads