Kebanyakan Minum Milk Tea, Ini 7 Efek Samping untuk Tubuh

Kebanyakan Minum Milk Tea, Ini 7 Efek Samping untuk Tubuh

Diah Afrilian - detikSumut
Selasa, 07 Apr 2026 08:20 WIB
Ilustrasi milk tea boba.
Foto: iStock
Jakarta -

Milk tea menjadi minuman favorit banyak orang karena rasanya yang manis dan menyegarkan. Namun, konsumsi berlebihan tanpa disadari bisa membawa dampak kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Kandungan gula, kafein, hingga bahan tambahan di dalamnya berpotensi menimbulkan berbagai efek samping. Lantas, apa saja tujuh dampak yang bisa terjadi jika terlalu sering minum milk tea?

Efek Samping Terlalu Banyak Minum Milk Tea

Minuman ini merupakan kombinasi teh, susu, dan sering kali gula dalam jumlah cukup tinggi. Meski mengandung nutrisi seperti kalsium dan antioksidan, konsumsi yang tidak terkontrol justru bisa berdampak buruk bagi tubuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir detikFood dari Starhealth, berikut 7 efek samping terlalu sering minum milk tea:

1. Mengganggu Pencernaan

Milk tea tidak untuk semua orang, apalagi pengidap intoleran laktosa. Milk tea dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, gas, hingga diare.

ADVERTISEMENT

Selain itu, kafein dalam teh juga dapat memicu iritasi pada lambung. Kombinasi ini membuat milk tea berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan pada sistem pencernaan, terutama jika diminum saat perut kosong.

2. Memicu Asam Lambung

Milk tea juga dapat menyebabkan peningkatan asam lambung. Terutama jika dibuat dengan susu tinggi lemak atau dimasak terlalu lama.

Kondisi ini bisa memicu sensasi terbakar di dada (heartburn) dan memperparah gejala asam lambung. Orang dengan riwayat maag atau GERD sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengonsumsi minuman ini.

3. Risiko Dehidrasi

Meskipun berbentuk minuman, milk tea bisa menyebabkan dehidrasi. Hal ini disebabkan oleh kandungan kafein yang bersifat diuretik, sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

Jika tidak diimbangi dengan asupan air putih yang cukup, kondisi ini bisa memicu sembelit dan gangguan pencernaan lainnya. Biasakan untuk selalu minum banyak air setelah mengonsumsi milk tea.

4. Mengganggu Penyerapan Nutrisi

Campuran susu dalam teh ternyata bisa mengurangi manfaat antioksidan dari teh itu sendiri. Protein dalam susu dapat mengikat senyawa penting dalam teh, sehingga penyerapannya oleh tubuh menjadi kurang optimal.

Selain itu, kandungan tanin dalam teh juga dapat menghambat penyerapan zat besi. Jika dikonsumsi dalam intensitas tinggi dan jangka panjang, asupan milk tea bisa meningkatkan risiko anemia.

5. Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis

Kandungan gula yang tinggi dalam milk tea menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko penyakit kronis. Konsumsi gula berlebih dapat memicu resistensi insulin, yang menjadi awal dari diabetes.

Tak hanya itu, asupan gula dan lemak berlebih juga berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit jantung dan gangguan metabolisme lainnya. Sebagaimana diketahui, gula yang masuk berlebihan ke dalam tubuh juga dapat memicu berbagai inflamasi di dalam tubuh.

6. Gangguan Pola Tidur

Milk tea mengandung kafein dari teh yang dapat mempengaruhi kualitas tidur. Jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama di sore atau malam hari, kafein dapat menyebabkan sulit tidur atau insomnia.

Gangguan tidur ini bukan masalah sepele. Kurang tidur dalam jangka panjang bisa berdampak pada kesehatan mental, menurunkan produktivitas, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti gangguan jantung dan depresi.

7. Memicu Obesitas

Salah satu masalah utama dari milk tea adalah kandungan gula dan lemaknya. Dalam satu cangkir milk tea, terdapat kalori yang berasal dari susu dan gula.

Jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Konsumsi rutin tanpa kontrol bisa berujung pada obesitas dan meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Halaman 2 dari 2
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads