Besok Senin, Ini Doa yang Dapat Diamalkan Agar Bekerja dengan Lancar

Indah Fitrah Yani - detikSumut
Minggu, 05 Apr 2026 21:30 WIB
Ilustrasi berdoa (Foto: Freepik)
Medan -

Memulai rutinitas harian dengan doa bukan sekadar tradisi, melainkan cerminan sikap tawakal dan keikhlasan bagi seorang muslim. Dalam pandangan Islam, aktivitas mencari nafkah tidak hanya dilihat sebagai upaya pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga sebagai amal mulia yang mendapatkan kedudukan khusus di mata Allah SWT.

Pujian bagi mereka yang bekerja keras tertuang dalam Al-Qur'an surah Al-Muzammil ayat 20 yang berbunyi:

"Dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah."

Ayat tersebut menjadi landasan bahwa melangkahkan kaki keluar rumah untuk bekerja adalah bentuk ikhtiar yang diridhai. Islam menekankan pentingnya semangat pantang menyerah dan kesinambungan dalam beraktivitas. Hal ini ditegaskan melalui perintah Allah SWT kepada Rasulullah SAW dalam surah Al Insyirah ayat 7-8:

"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap."

Selain sebagai bentuk ibadah, mencari nafkah yang halal merupakan sebuah keharusan bagi setiap muslim. Mengutip buku Shalat-shalat Sunah Penarik Rezeki karya Ust. Mahmud Asy-Syafrowi, kewajiban ini diposisikan sangat penting setelah ibadah-ibadah utama.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menegaskan:

"Mencari rezeki yang halal itu wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti salat, puasa dan sebagainya)." (HR Thabrani dan Baihaqi)

Dengan menyeimbangkan antara doa dan kerja keras, seorang muslim diajarkan untuk tidak hanya mengandalkan tenaga dan pikiran semata, tetapi juga menggantungkan segala hasil akhirnya kepada sang Pencipta. Melalui pemahaman ini, setiap tetes keringat dalam bekerja dinilai sebagai bagian dari kewajiban agama yang setara pentingnya dengan ibadah fardhu lainnya.

Sebelum memulai pekerjaan, alangkah baiknya jika seseorang memanjatkan doa sebagai bentuk tawakal dan harapan kepada Allah. Mengutip dari Imam al-Thabrani dalam kitab ad-Du'a dan buku Doa-Doa Melejitkan Karis yang ditulis oleh Komarudin Ibnu Mikam, berikut adalah bacaan doa sebelum bekerja seperti dikutip dari detikHikmah.

1. Doa sebelum Bekerja

َّأَللَّهٌمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَعَطَائِكَ رِزْقًا طَيِّبًا مٌبَارَكًا، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ أَمَرْتَ بِالدُّعَاءِ وَقَضَيْتَ عَلَىَّ نَفْسَكَ بِالْاِسْتِجَابَةِ وَأَنْتَ لَا تٌخْلِفٌ وَعْدَكَ وَلَا تٌكَذِّبُ عَهْدَكَ اَللَّهُم مَا أَحْبَبْتَ مِنْ خَيْرٍ فَحَبِّبْهٌ إِلَيْنَا وَيَسِّرْهُ لَنَا وَمَا كَرَهْتَ مِنْ شَئْ ٍفَكَرِهْهُ إِلَيْنَا وَجَنِّبْنَاهُ وَلَا تُنْزِعْ عَنَّا الْإِسْلَامَ بَعْدَ إِذْ أَعْطَيْتَنَا

Arab-latin: Allahumma innii as'aluka min fadhlika wa athaa'ika rizkan thayyiban mubaarakan. Allahumma innaka amarta bid du'aa'i wa qadhaita alayya nafsaka bil istijaabah wa anta laa tukhlifu wa'daka wa laa tukadzzibu ahdaka. Allahumma ma ahbabta min khairin fa habbibhu ilaina wa yassirhu lanaa wa maa karahta min syaiin fa karihhu ilaina, wa jannibnaahu wa laa tunzi' annal islaam ba'da iz a'thaitanaa.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dari keutamaanMu dan pemberianMu, rezeki yang baik lagi berkah. Ya Allah sesungguhnya engkau memerintahkan untuk berdoa dan memutuskan atasku pengabulan doa, dan engkau Zat Yang tidak melanggar janji dan tidak mendustainya. Ya Allah, tidak ada kebaikan yang engkau sukai, kecuali Engkau jadikan kami mencintai kebaikan tersebut dan mudahkanlah kami mendapatkannya. Dan tidak ada sesuatu yang Engkau benci kecuali Engkau jadikan kami benci terhadap sesuatu tersebut dan jauhkanlah kami darinya. Dan janganlah Engkau cabut dari kami keislaman kami setelah Engkau berikan."

Untuk melengkapi ikhtiar, bisa melanjutkan bacaan doa berikut.

اَللّهُمَّ ارْزُقْنِيْ رِزْقًا حَلاَلاً طَيِّباً, وَاسْتَعْمِلْنِيْ طَيِّباً. اَللّهُمَّ اجْعَلْ اَوْسَعَ رِزْقِكَ عَلَيَّ عِنْدَ كِبَرِ سِنِّيْ وَانْقِطَاعِ عُمْرِيْ. اَللّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ, وَاَغِْننِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ. اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ رِزْقًا وَاسِعًا نَافِعًا. اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ نَعِيْمًا مُقِيْمًا, اَلَّذِيْ لاَ يَحُوْلُ وَلاَ يَزُوْلُ.

Arab-latin: Allaahummarzuqnii rizqan halaalan thayyibaa, wasta'milnii thayyibaa. Allaahummaj'al ausa'a rizqika'alayya'inda kibari sinnii wanqithaa'i'umrii. Allaahummakfinii bihalaalika'an haraamika. wa aghninii bifadhlika'amman siwaaka. Allaahumma in nii as-aluka rizqan waasi'an naafi'an. Allaahumma innii as-alukan na'iimaan muqiiman, alladzii laa yahuulu wa laa yazuulu."

Artinya: "Ya Allah, berilah padaku rezeki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik. Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezekiku itu paling luas ketika tuaku dan ketika lemahku. Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezki-Mu yang halal daripada yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezeki yang luas dan berguna. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu ni'mat yang kekal yang tidak putus-putus dan tidak akan hilang."

2. Doa Dimudahkan Segala urusan Pekerjaan

وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا

Arab-latin: Wa qur rabbi adkhilnī mudkhala ṣidqiw wa akhrijnī mukhraja ṣidqiw waj'al lī mil ladunka sulṭānan naṣīrā.

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), "Ya Tuhanku, masukkan aku (ke tempat dan keadaan apa saja) dengan cara yang benar, keluarkan (pula) aku dengan cara yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisiMu kekuasaan yang dapat menolong(-ku)

Kemudian dapat melanjutkan bacaan berikut.

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

Arab-latin: Rabbanā ātinā min ladunka rahmatan, wa hayyi' lanā min amrinā rasyadan, rabbisyrah lī shadrī, wa yassir lī amrī.

Artinya: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku."

Artikel ini sudah tayang di detikHikmah, baca selengkapnya di sini.



Simak Video "Video: Bolehkah Share Iktikaf di Media Sosial? Begini Penjelasannya"

(afb/afb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork