Orang Dewasa Juga Rentan Kena Campak karena Hal Ini

Orang Dewasa Juga Rentan Kena Campak karena Hal Ini

Sarah Oktaviani Alam - detikSumut
Sabtu, 04 Apr 2026 12:30 WIB
ilustrasi penyakit campak dan cacar
Foto: Freepik
Jakarta -

Ternyata penyakit campak tidak hanya menyerang anak-anak. Orang dewasa rentan terkena penyakit yang lebih sering menyerang anak-anak.

Ketua Satgas Vaksinasi PAPDI Dr dr Sukamto Koesnoe, SpPD K-A.I FINASIM mengatakan orang dewasa juga rentan terkena penyakit campak. Kondisi ini berkaitan erat dengan gaya hidup modern kaum urban.

"Kita banyak menemukan orang dewasa muda, eksekutif-eksekutif muda, yang suka lembur. Habis lembur, ke kafe-kafe. Tidurnya kurang. Itu sel limfositnya turun rendah," kata dr Sukamto dikutip detikHealth.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Limfosit merupakan salah satu jenis sel darah putih atau leukosit, yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi virus, bakteri, racun, dan sel kanker.

Tanpa disadari, kebiasaan buruk inilah yang membuka pintu masuk bagi penyakit infeksius, termasuk campak, di tengah padatnya interaksi sosial.

ADVERTISEMENT

Banyak orang dewasa yang merasa percaya diri sudah sepenuhnya kebal dari virus campak hanya karena pernah mendapatkan suntikan vaksin saat masih kanak-kanak.

Namun, dr Sukamto menegaskan bahwa efektivitas perlindungan dari vaksin tidak selalu bisa bertahan seumur hidup.

"Ada warning immunity. Antibodi itu menurun setelah 15-20 tahun pasca-vaksinasi," bebernya.

Penurunan kekebalan ini membuat tubuh perlahan kembali rapuh terhadap paparan virus dari lingkungan sekitar, termasuk campak.

Selain itu, prosedur pengobatan penyakit tertentu di usia dewasa juga berperan besar terhadap menurunnya daya tahan tubuh.

"Ada keadaan-keadaan tertentu, seperti misalnya seseorang yang kemudian harus menjalani kempoterapi. Itu daya tahan tubuhnya akan turun," ucap dr Sukamto.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads