Australia-Eropa Mulai Dorong Penerapan WFH Demi Hemat BBM

Internasional

Australia-Eropa Mulai Dorong Penerapan WFH Demi Hemat BBM

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikSumut
Jumat, 03 Apr 2026 22:30 WIB
Australia-Eropa Mulai Dorong Penerapan WFH Demi Hemat BBM
Foto: Ilustrasi BBM. (Getty Images/iStockphoto/senkaya)
Jakarta -

Wacana penerapan bekerja dari rumah atau work form home (WFH) demi menghemat energi mulai muncul di Australia dan Eropa. Beberapa perusahaan di Australia mendorong pekerjanya untuk bekerja dari rumah demi menghemat BBM.

Dilansir detikNews dari ABC News, Kamis (2/4/2026), perang di Timur Tengah turut berdampak terhadap masalah krisis minyak di Australia. Badan Energi Internasional menyerukan untuk membatasi perjalanan dan mendorong kerja jarak jauh di Australia.

Anjuran tersebut diperuntukkan khususnya bagi pekerja kantoran dan sektor keuangan. Mereka diminta untuk dapat bekerja secara produktif dari rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wesfarmers, perusahaan yang memiliki merek Bunnings, Kmart, Target, Officeworks, dan Priceline, mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menangguhkan perjalanan yang tidak penting bagi anggota tim korporatnya untuk sementara waktu.

Selain itu, mereka juga menunda perjalanan dengan penerbangan.

ADVERTISEMENT

Krisis bahan bakar berdampak terhadap bagi pekerja yang bergantung pada perjalanan mobil dan mereka yang harus bertemu dengan klien.

Meskipun Australia mempunyai kebijakan untuk menjaga stabilitas BBM, WFH ini tetap diberlakukan. Salah satunya dengan mengumumkan akan mengurangi separuh pajak bahan bakar selama tiga bulan.

Kebijakan itu membuat harga bensin akan turun sebesar 26,3 sen per liter, penghematan sekitar $19 untuk tangki 65 liter.

Eropa Dorong WFH

Di Eropa seruan untuk WFH juga muncul. Komisaris energi Uni Eropa, Dan Jorgensen mendorong agar warga di negara-negara Eropa bisa bekerja dari rumah demi menghemat energi.

Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (2/4/2026), Jorgensen menjelaskan bahwa krisis energi ini masih akan panjang dampaknya. Bahkan, jika perdamaian terjadi, kondisi normal tidak akan berlangsung dalam waktu dekat.

"Bahkan jika... perdamaian hadir besok, kita tetap tidak akan kembali normal dalam waktu dekat," kata Dan Jorgensen kepada wartawan setelah pertemuan luar biasa para menteri energi Uni Eropa.

"Semakin banyak yang dapat Anda lakukan untuk menghemat minyak - terutama solar dan bahan bakar jet - semakin baik keadaan kita," katanya.

Jorgensen juga mendesak negara-negara anggota Uni Eropa untuk mengikuti rekomendasi Badan Energi Internasional, termasuk bekerja dari rumah jika memungkinkan, mengurangi batas kecepatan di jalan raya sebesar 10 kilometer per jam, mendorong penggunaan transportasi umum, bergantian penggunaan mobil pribadi, meningkatkan berbagi mobil, dan mengadopsi praktik mengemudi yang efisien.

Perang AS-Israel dengan Iran dan ketegangan di Selat Hormuz telah mengganggu aliran energi regional, berkontribusi pada kekurangan dan tekanan harga di seluruh dunia.

Baca selengkapnya di sini




(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads