Trotoar 8 Jalan di Medan Akan Ditata, Ini Lokasinya

Trotoar 8 Jalan di Medan Akan Ditata, Ini Lokasinya

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Jumat, 03 Apr 2026 17:00 WIB
Kondisi trotoar di Jalan Kejaksaan Medan. (Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Foto: Kondisi trotoar di Jalan Kejaksaan Medan. (Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Medan -

Pemerintah Kota (Pemkot) Medan akan melakukan penataan trotoar. Tahun ini ada delapan ruas jalan yang akan diperbaiki atau ditata.

Delapan ruas jalan tersebut yakni Jalan HM Yamin, Jalan Zainul Arifin, Jalan Juanda, Jalan Monginsidi, Jalan Setia Budi, Jalan Masjid Raya hingga Jalan Mahkamah, serta Jalan Brigjen Katamso di kawasan Masjid Raya Al Mashun dan Istana Maimun.

Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan nantinya desain penataan trotoar tidak dibuat seragam. Melainkan disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan kebutuhan tiap kawasan.

"Perencanaan dalam penataan trotoar akan menyesuaikan kondisi di lapangan. Tidak dipaksakan agar sama semua, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kawasan," ujar Rico saat diwawancarai, Jumat (3/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Rico juga menekankan pentingnya peran perencana dalam menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan desain trotoar yang akan dibangun. Menurutnya, pembangunan trotoar ke depan harus mengalami peningkatan kualitas.

"Saya minta agar jangan dibangun trotoar biasa. Skala Kota Medan harus naik, kualitasnya juga harus naik," katanya.

Selain itu, Rico meminta agar pembangunan memperhatikan berbagai aspek, mulai dari material, sistem drainase, pencahayaan, hingga akses bagi penyandang disabilitas. Ia juga menekankan pentingnya integrasi antara jalur pejalan kaki, ruang hijau, dan fasilitas umum lainnya.

"Trotoar itu bukan sekadar jalan kaki, tetapi harus ada ruang hijau, penerangan, dan akses yang baik untuk semua, termasuk penyandang disabilitas," ungkapnya.

Politisi Partai NasDem ini mengingatkan agar pekerjaan tidak dilakukan terburu-buru tanpa perencanaan yang matang karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

"Jangan sampai kita hanya menutup jalan tanpa perencanaan yang baik. Masyarakat jadi tidak nyaman," katanya.

Ia juga meminta seluruh pihak terkait merancang setiap titik pekerjaan secara detail, termasuk menyesuaikan dengan kondisi jalan yang sempit maupun kebutuhan parkir.

"Semua harus direncanakan secara detail dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Intinya, kita ingin hasil yang terbaik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkasnya.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads